Yang ulama dituduh chat m3sum diuber.. Giliran yang kepergok dan dapet 80jt dilepasin.. Ada kelemahan dari sistem hukum?

Yang ulama dituduh chat mesum diuber.. Giliran yang kepergok dan dapet 80jt dilepasin..

Imam Besar Habib Rizieq dituduh chat mesum, diuber, diburu, dibuat permintaan interpol, sampai harus hijrah ke tanah suci sampai saat ini…

Sementara artis ‘Saya Indonesia, Saya Pancasila’ yang tertangkap prostitusi online dengan tarif Rp 80 juta cuma dilepas…

Artis Vanessa Angel digeruduk polisi saat tengah diduga indehoi dengan seorang pengusaha di sebuah kamar hotel, pada Sabtu siang, 5 Januari 2019. Vanessa sebelumnya disebut-sebut menerima imbalan Rp80 juta atas jasa yang diberikan.

Usai diperiksa selama delapan jam, Minggu sore, 6 Januari 2019, selebriti kelahiran Jakarta itu bebas. Kabar mengenai bebasnya Vanessa dikatakan langsung oleh Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi, saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon. “Iya (dipulangkan). Lima menit lagi,” kata Harissandi, seperti dilansir VIVA.

Menarik Untuk Disimak:   Habib Rizieq: Kapolda Jabar Harus Dicopot, Besok Pagi Kumpul di Al-Azhar

Mestinya Dipidana

Psikolog forensik Reza Indragiri
Amriel menilai ada kelemahan dari sistem hukum di Indonesia.

Hukum di Indonesia tidak memosisikan PSK sebagai pelaku, melainkan korban. Ini berangkat dari pandangan bahwa PSK adalah manusia tidak berdaya yang dieksploitasi pihak lain.

Alhasil para PSK profesional ini bisa lenggang kangkung dan mencari mangsa baru lagi. Bahkan para PSK dari kalangan artis namanya jadi terdongkrak atas kasus prostitusi online.

“Faktanya, dewasa ini orang yang menjadi pelacur adalah orang yang memilih berdasarkan perhitungan bisnis untung rugi. Si pelacur berkehendak dan memutuskan sendiri untuk menjadi pelacur. Dia adalah pelaku aktif dalam pelacuran,” tutur Reza yang dihubungi, Senin (7/1/2019).

Menarik Untuk Disimak:   Zeng Wei Jian : Dua Pertanyaan untuk Sudirman Said

“Mestinya artis seperti Vanessa Angel itu dipidana. Karena mereka bukan korban. Mereka menjadi pelacur karena pilihan. Ini yang harusnya jadi perhatian para pembuat undang-undang agar para pelacur profesional itu tidak tertawa kegirangan karena yakin tidak dipidana,” bebernya, seperti dilansir JPNN.com.

[portal-islam.id]

Tinggalkan Balasan