Ustadz Choirul Anam: POLITIK LANGIT (politik yang dijalankan berdasarkan petunjuk dari langit)

POLITIK LANGIT (Politik Bertumpu Qiyadah Fikriyah)
Oleh : Ustadz Choirul Anam

Mungkin diantara kita jengah dengan tingkah polah para politisi yang hampir-hampir tidak pernah lepas dari penipuan, pencitraan, kebohongan, pencurian, korupsi, saling fitnah, saling jegal, saling sandra dan semua hal yang berpusat pada kepentingan pribadi dan golongan. Ya, itulah wajah politik real di bumi yang menjauhkan diri dari petunjuk langit. Politik seperti itu memang memuakkan. Maka tak heran jika orang-orang yang masih memiliki nurani, menjauhkan diri dari hingar bingar politik yang memang sangat memuakkan tersebut. Namun, kondisi seperti itu justru diharapkan oleh para politisi busuk, sebab orang-orang baik yang berpotensi sebagai rival meninggalkan gelanggang.

Lalu, adakah politik bersih dan suci dari berbagai kotoran yang menjijikkan?

Jawabnya: jelas ada. Yaitu politik langit atau politik yang dijalankan berdasarkan petunjuk dari langit, yakni berdasarkan wahyu dari Pencipta langit dan bumi.

Politik langit dan para politisinya tidak beraktivitas unk kepentingan praktis dirinya. Politik langit tidak bertumpu pada figur atau tokoh atau kelompoknya. Politik langit bertumpu pada petunjuk langit, sehingga ia merupakan politik yang bertumpu pada kepemimpinan berfikir (qiyadah fikriyah). Politik langit tidak berputar mengelilingi figur, tetapi berjalan sesuai dengan kriteria-kriteria yang turun dari langit.

Menarik Untuk Disimak:   Ramai pernyataan PSI tolak poligami, Penjelasan UAS Tentang Poligami NOHOK Tapi Menyenangkan Hati Perempuan dan Pastinya LUCU!

Figur seperti Umar awalnya bisa jadi merupakan tokoh anti petunjuk langit. Tetapi begitu ia berubah pemikirannya, sehingga ia sesuai kriteria dari langit, ia pun dipilih jadi pemimpin. Para politisi langit seperti Bilal, Amr bin Yasir, dll pun ikhlas dari hati paling dalam. Dalam politik langit tidak ada kebencian atau kecintaan berlebihan pada figur. Juga tidak ada kepentingan pribadi. Para politisi mengalir bagai air jernih yang menyuburkan semua area yang dilaluinya.

Khalid bin Walid bisa jadi awalnya adalah pendekar bumi yang paling banyak membunuhi politisi langit. Tetapi begitu Khalid berubah sesuai kriteria langit, para politisi langit mengangkatnya jadi panglima sebagai pedangnya Allah yang terhunus. Tidak ada dendam atau sakit hati.

Dengan petunjuk dari langit, para politisi langit melangkah di bumi tetapi matanya menembus batas hingga melihat kelokan-kelokan sungai di surga.

Menarik Untuk Disimak:   Antisipasi Pemurtadan, FDP Aceh Ajak Remaja Daerah Perbatasan Ikut Daurah

Para politisi langit tidak mengenal pencitraan, sebab mereka sadar bahwa dirinya bahkan peredaran darahnya dimonitor langsung dari langit. Apa yang tampak itulah dia dan dia adalah apa yang tampak. Tidak ada pencitraan. Apa yang dilakukan adalah apa yang bersemanyam di dalam lubuk hatinya.

Bagi mereka, perjuangan sesuai petunjuk langit adalah segala-galanya. Tidak ada bedanya mereka ditertawakan atau dielu-elukan. Tidak ada bedanya mereka jadi pimpinan atau sekedar jadi makmum paling belakang. Mereka adalah politisi sejati. Di manapun dan dalam posisi apapun mereka berjalan sesuai petunjuk langit.

Politik langit adalah politik berdasarkan petunjuk langit, wahyu Allah swt. Para politisinya tak akan bisa dibeli atau dialihkan hanya dengan memberinya sesuap nasi.

Orang mengira bahwa mereka hanya ada pada masa wahyu diturunkan. Tidak. Sebab, wahyu itu tidak seperti alkohol, yang jika menempel pada diri langsung menguap. Wahyu itu akan tetap abadi sehingga Sang Maha Kuasa berkehendak. Wahyu itu akan selalu ada dan para politisi langit akan selalu mengigitnya dengan gigi gerahamnya sehingga tak akan terlepas.

Menarik Untuk Disimak:   Ma'ruf Amin Sudah Puja puji Jokowi Setinggi Langit... Ehh Ust. Baasyir Batal Bebas #Hadeh

Apakah sekarang para politisi langit juga masih ada? Jawabnya: bukan hanya ada, tetapi akan senantiasa ada.

Lalu bagaimana cirinya? Cirinya sederhana saja: mereka selalu merujuk petunjuk langit dalam segala hal, mereka tak pernah disibukkan dengan politik praktis meskipun mereka menyatakan penentangan kedzaliman di barisan paling depan, mereka tak peduli persekusi atau dituduh intoleransi, mereka berjuang dengan petunjuk bukan sekedar mengikuti arus opini. Bagi mereka, perjuangan adalah untuk Sang Pencipta dan perjuangannya itulah yang diyakini menebarkan rahmat bagi seluruh alam.

Mungkin beberapa orang yang kita temui adalah para politisi langit tersebut. Jika mereka dipersekusi di suatu bangsa, maka betapa ruginya duhai bangsa tersebut.

“Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu. Tidak datang seorang utusan pun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. Tidakkah mereka mengetahui betapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan.” (QS. Yasin 30-31).

Wallahu a’lam.

Kata-kata kunci yang masuk:

langit|

Tinggalkan Balasan