Surat Terbuka Untuk Para Pendemo Bela Kiai Di Kudus

Santri yang tergabung dalam Aliansi Santri Bersama Kiai (Asmak) menggelar aksi bela kiai di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah, Jumat (8/2). Mereka memprotes sikap dan ucapan politisi Partai Gerindra Fadli Zon yang dinilai sering menghina dan melecehkan kiai NU.

Salah satu kiai yang mereka anggap direndahkan Fadli Zon adalah KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Fadli merendahkan Mbah Moen lewat puisi “Doa yang Tertukar” yang ditulisnya.

Menanggai unjuk rasa itu, Tony Rosyid, membuat surat terbuka. Tony adalah alumni pesantren Sarang yang diasuh Mbah Moen. Menurut dia, demonstrasi di Kudus terhadap Fadli Zon mestinya tidak perlu ada. Berikut surat terbuka Tony Rosyid:

1. Kita semua, khususnya para santri Sarang, menghormati dan memuliakan Syaikhona K.H. Maemoen Zubair dan seluruh ulama Sarang Rembang. Dan kita semua tak rela dan tak ridho kepada siapapun dan dari pihak manapun yang bersikap dan berperilaku tidak sopan, apalagi merendahkan Syaikhona, juga ulama-ulama Sarang.

Menarik Untuk Disimak:   TELAK! Drajat Bela Amien Rais Jawab Surat Terbuka Lima Pendiri PAN "Apakah bapak/ibu berlima hendak mengajari yuniornya?"

2. Jika ada pihak yang diduga berkata, bersikap atau berprilaku yang tidak sopan atau merendahkan Syaikhona, atau para ulama Sarang, sebagai santri, kita wajib “tabayun”, atau klarifikasi. Meminta keterangan apakah yang dilakukan pihak tersebut sesuai dengan yang kita duga dan prasangka, agar tidak terjadi kesalahan atau fitnah.

3. Kepada mereka yang terbukti khilaf melakukan kesalahan kepada Syaikhona, atau kepada ulama-ulama Sarang, kita perlu memberi nasehat agar meminta maaf kepada Syaikhona atau ulama-ulama Sarang, karena mungkin yang bersangkutan tidak faham atau tidak mengerti tata krama dan standar moral pesantren. Lalu, kita maafkan sesuai ajaran K.H. Maemoen Zubair untuk selalu berlapang dada dan memberi maaf kepada mereka yang khilaf.

Menarik Untuk Disimak:   Duh Kasihan! Sepi Pemberitaan, Sudah Malam ke-6, Pendemo: Pak Jokowi, Kami Orang Sengsara, Agnes Monica Orang Kaya

4. Terkait dengan puisi Fadli Zon, yang bersangkutan sudah melakukan klarifikasi, bahwa yang beliau maksud sama sekali bukan K.H. Maemoen Zubair, tapi pihak yang telah bersikap tidak sopan kepada Syaikhona K.H. Maemoen Zubair. Justru Fadli Zon prihatin terhadap pihak yang telah memperlakukan Syaikhona K.H. Maemoen Zubair tidak sebagaimana mestinya.

5. Demonstrasi di Kudus terhadap Fadli Zon mestinya tidak perlu ada karena yang bersangkutan telah melakukan klarifikasi ke publik. Hal ini justru bisa menimbulkan kegaduhan yang tidak diperlukan, dan menyebabkan berkembangnya opini yang kurang baik terhadap pesantren Sarang secara umum.

6. Demonstrasi yang mengatasnamakan “bela kiyai” justru rawan disusupi oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang dapat menimbulkan perpecahan diantara para santri.

Menarik Untuk Disimak:   Lihat Foto Terbaru, Doa Non Muslim untuk KH M Arifin Ilham Bikin Nangis

7. Dalam rangka menghormati dan memuliakan Syaikhona, hendaknya tidak ada pihak-pihak, khususnya para santri yang menarik-narik Syaikhona K.H. Maemoen Zubair dalam kepentingan politik praktis. Terutama untuk kepentingan pilpres saat ini. Ini justru telah menimbulkan perpecahan diantara para santri.

8. Saya berharap semua santri Sarang dan Muhibbin Syaikhona K.H. Maemoen Zubair lebih matang dan dewasa dalam menghadapi perbedaan, sehingga tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pragmatis jangka pendek dan bersifat duniawi,

9. Semua santri dan Muhibbin Syaikhona K.H. Maemoen Zubair diharapkan tetap terus menjaga ukhuwah antar santri, ukhuwah islamiah dan ukhuwah kebangsaan demi persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta, 8 Februari 2019.[rmol.co]

Tinggalkan Balasan