Said Aqil Tegaskan Tak Ada Kampanye di Munas NU, Tapi … Tanpa Diseru Warga NU Terpanggil Memenangkan “Ma’ruf Amin”!

Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konfrensi Besar (Konbes) NU tahun 2019. PBNU mengklaim acara tersebut bebas dari unsur politik, termasuk kampanye.

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj mengatakan dalam Munas yang akan digelar di Banjar, Jawa Barat, tidak akan ada pembahasan politik apalagi kampanye. Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan hadir dalam gelaran bulan depan.

“PBNU sejak awal bukan partai politik, jadi tidak perlu ikut mengkampanyekan. Tetapi tanpa diseru warga NU merasa terpanggil untuk memenangkan tokohnya,” kata Said di kantor PBNU, Salemba, Jakarta, Kamis (03/01/2019).

Seperti diketahui, tokoh NU KH Ma’ruf Amin akan maju dalam pemilu presiden 2019. Berpasangan dengan Jokowi, Kiai Ma’ruf harus meletakkan posisi pemimpin tertinggi sebagai Rais Aam NU untuk sementara waktu.

Menarik Untuk Disimak:   TGB dukung Jokowi dua periode, Demokrat tegaskan bukan sikap partai

Said, menjelaskan dalam Munas akan membahas berbagai macam topik. Utamanya adalah membahas perundang-undangan pendidikan pesantren-madrasah, RUU sampah plastik, dan topik-topik kekinian dan tematik lainnya. Diketahui RUU Pesantren masih menjadi pembahasan di DPR RI dan sampah plastik akhir-akhir ini menimbulkan banyak madharat.

“Selama ini saya kecewa mengapa ada diskriminasi terhadap pondok pesantren dan santri. Pesantren yang jumlahnya ribuan dan telah melahirkan tokoh-tokoh besar ini hanya dipandang pendidikan non-mainstream atau dipinggirkan dibanding pendidikan negeri,” ujarnya.
BACA JUGA Felix Siauw: Toleransi Itu Simpel

Dia menjelaskan ada kejomplangan yang diberikan kepada santri. Selama ini santri tidak menerima bantuan pemerintah baik dari dana BOS, diskon angkutan umum bus dan lainnya. Padahal historinya tokoh-tokoh Indonesia berawal dari santri.

Menarik Untuk Disimak:   Tiket Pesawat Mahal, Warga Banda Aceh Temukan Solusinya: Buat Paspor untuk ke Jakarta

“Akan dibahas juga tentang revolusi industri 4.0, NU siap menghadapi itu, Kiai NU siap masuk di era 4.0. Kiai tidak ketinggalan, tidak benar kalau ada image kiai NU tidak mengerti perkembangan. Kita mengikuti itu semuanya,” kata Said.

Munas akan dihadiri sekira 50 ribu orang, termasuk ulama internasional. Acara digelar pada 27 Februari-1 Maret 2019 di pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo Kujangsari, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan