Nekad! Pendeta Hindu berani-beraninya tetapkan tanggal pembangunan kuil di Atas Reruntuhan Masjid Babri

Seorang pendeta Hindu yang berpengaruh mengatakan pada Rabu (30/1/2019) bahwa ia akan memimpin sekelompok pengikutnya untuk mulai membangun sebuah kuil Hindu di atas reruntuhan masjid Babri yang dibangun pada abad ke-16.

Massa Hindu meratakan masjid pada tahun 1992, memicu kerusuhan komunal yang menewaskan sekitar 2.000 orang di seluruh India. Situs yang terletak di kota utara Ayodhya itu telah menjadi fokus perselisihan antara mayoritas Hindu dan Muslim yang minoritas selama bertahun-tahun.

Kelompok-kelompok Hindu meyakini situs itu sebagai tempat kelahiran Dewa Ram, salah satu dewa paling dihormati di agama ini. Mereka juga menunjukkan bukti ada sebuah kuil di sana sebelum masjid dibangun pada 1528.

Menarik Untuk Disimak:   Ust. Felix: Mayoritas Rasa Minoritas! Hindu Pilih Pemimpin Hindu = Wajar, demokratis. Islam Milih Pemimpin Muslim = INTOLERANSI

Tempat di mana Masjid Babri dulu berdiri sekarang berada di bawah kendali pengadilan, dijaga oleh pasukan bersenjata dan polisi federal dan dikelilingi oleh tembok dan menara pengawas.

“Kami akan meletakkan batu fondasi di sana pada 21 Februari,” kata Swami Swaroopanand Saraswati setelah bertemu dengan para biksu dan pendeta Hindu di pertemuan keagamaan terbesar di dunia, Kumbh Mela, di negara bagian utara Uttar Pradesh di mana Ayodhya berada.

“Dewa Ram tinggal di sana dan itu adalah tempat kelahirannya.”

Tetapi Zafaryab Jilani, sekretaris Dewan Hukum Pribadi Muslim Seluruh India dan seorang pengacara dalam kasus masjid tersebut, mengatakan komunitasnya tidak akan terpancing oleh seruan-seruan semacam itu untuk mengganggu status quo dan bahwa segala upaya untuk melanggar situs tersebut sama dengan penghinaan terhadap sistem peradilan.

Menarik Untuk Disimak:   NGERI! Amnesti Internasional: Kamp Tahanan untuk Muslim Uighur Mirip Kamp Perang

“Kami memiliki keyakinan penuh pada Mahkamah Agung,” katanya kepada Reuters.

Para pembantu Saraswati mengatakan mereka siap ditangkap jika upaya mereka ditentang.

Pernyataannya kepada Reuters, ANI dan lainnya, muncul sehari setelah pemerintah nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi mengajukan petisi kepada Mahkamah Agung untuk mengambil alih tanah di sekitar situs yang direbut oleh berbagai perintah pengadilan selama bertahun-tahun.

Membangun kuil adalah permintaan utama sekutu Hindu konservatif dari Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Modi dan telah mendapatkan dorongan baru menjelang pemilihan umum yang akan diadakan pada bulan Mei.

BJP mengatakan dalam manifesto pemilihan umum 2014 pihaknya akan “mengeksplorasi semua kemungkinan dalam kerangka kerja konstitusi” untuk memfasilitasi pembangunan kuil Ram di lokasi yang disengketakan. (Althaf/arrahmah.com)

Tinggalkan Balasan