Ketua PA 212 Tersangka, HNW: Bukti Hukum Tajam ke Lawan tapi Tumpul ke Kawan

Cepatnya proses penetapan ‘tersangka’ terhadap Ketua PA 212 Ustadz Slamet Maarif semakin menambah bukti hukum yang tajam ke bukan kawan, tapi tumpul ke kawan.

Penegasan itu disampaikan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menanggapi penetap status tersangka terhadap Slamet Maarif.

“Cepatnya proses penetapan ‘tersangka’ terhadap Ust Slamet Maarif, makin menambah bukti hukum yang tajam ke bukan kawan, tapi tumpul ke kawan. Bandingkn dengan laporan-laporan pelanggaran hukum yang sudah lama diadukan oleh Neno W, Fadhli Z dll, tak kunjung ada progresnya. Padahal hukum harusnya ditegakkan denga adil,” tulis Hidayat Nur Wahid di akun Twitter @hnurwahid.

Cepatnya proses penetapn“tersangka” thd ust Slamet Maarif,makin menambah bukti hukum yg tajam ke bukan kawan,tapi tumpul ke kawan. Bandingkn dg laporan2 planggaran hukum yg dah lama diadukn olh Neno W,Fadhli Z dll,tak kunjung ada progresnya. Pdhl hukum harusnya ditegakkn dg adil. pic.twitter.com/6Fye4j6ZRj
— Hidayat Nur Wahid (@hnurwahid) February 10, 2019

Menarik Untuk Disimak:   Soal Cuitan Jurnalis Metro TV, FPI: Itu Mah Cari Sensasi Doang, Ngapain Kita Komentarin Sampah Begitu

Senada dengan HNW, pemikir Islam dari UIN Syarief Hidayatullah Edy Effendi, menyoal kondisi penegakan hukum di Indonesia yang belakangan “banyak orang ditangkap”, termasuk Slamet Maarif.

“Hidup di zaman @jokowi, kok ngenes sekali ya. Banyak orang ditangkap. Umat Islam dipecah belah. Pertumbuhan ekonomi mangkrak. Ini fakta kok. Gak usah ngeles. Gak kebayang kalau Jokowi menang,” tulis Edy di akun @eae18.

Hidup di zaman @jokowi, kok ngenes sekali ya. Banyak orang ditangkap. Umat Islam dipecah belah. Pertumbuhan ekonomi mangkrak.

Ini fakta kok. Gak usah ngeles. Gak kebayang kalau Jokowi menang.
— Effendi (@eae18) February 11, 2019

Menurut Edy, “cara memukul lawan” yang dilakukan capres nomor urut 01 itu tidak elegan. “Cara Pak @Jokowi kampanye norak, kampungan, gak cerdas, gak intelek. Pak, sampeyan memang gak punya visi. Cara memukul lawan gak elegan,” tulis @eae18.

Menarik Untuk Disimak:   Begini Kronologi Apel Akbar Kemenpora yang Bikin Ketua Pemuda Muhammadiyah Diperiksa Polisi

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah juga memberikan komentar soal status tersangka Slamet Maarif. “Apa sih gunanya memenjara orang hanya karena sering berbeda pendapat? #2019AwalPerubahan,” tulis Fahri di akun @Fahrihamzah meretweet tulisan bertajuk “Ketua PA 212 Slamet Maarif Ternyata Sudah Berstatus Tersangka”. (gelora.co)

Tinggalkan Balasan