Doh, Pemilu Tinggal Dua Bulan Lagi, Ribuan Kotak Suara di Cirebon Malah Rusak Terkena Air Hujan

Cirebon – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mencatat ada sebanyak 1.436 kotak suara yang terkena air hujan, kotak suara tersebut pun direkomendasikan tidak digunakan pada saat Pemilu Serentak bulan April mendatang.

“Hasil pengawasan kita menemukan sampai hari Senin jam 00.00 WIB terdapat 1.436 kotak suara yang terkena air hujan,” kata Ketua Bawaslu Kabupaten Cirebon, Abdul Khoir di Cirebon, Selasa (12/02/2019).

Dikutip dari Antara, Abdul Khoir menuturkan telah merekomendasikan agar kotak suara yang terkena air hujan tidak boleh digunakan dalam pemilu, karena kualitasnya juga sudah menurun. Selain itu, ada juga beberapa kotak suara yang sudah hancur akibat tergenang air hujan.

Menarik Untuk Disimak:   Jokowi: Tempe di Pasar Gintung Lampung Rp3.500, Dimakan 3 Hari Enggak Habis Itu

Untuk itu, lanjut Abdul, Bawaslu sudah memberikan rekomendasi dalam hal penggantian.

“Kita sudah meminta ke KPU untuk mengganti kotak suara tersebut,” ujarnya.

Dari hasil pengawasan Bawaslu, ditemukan 14 titik bocor dibagian atap gudang penyimpanan logistik Pemilu 2019 yang berada di Kecamatan Plumbon itu, selain itu ditemukan juga saluran air yang bisa masuk ke dalam gudang. Tidak hanya itu, permukaan lantai gudang penyimpanan logistik ternyata lebih rendah dari pada teras atau halaman, sehingga air hujan sangat mudah masuk kedalam gudang.

“Setelah kita cek ternyata ada 14 titik kebocoran bagian atap ada juga luapan dari teras dan selokan air,” tuturnya.

Menarik Untuk Disimak:   MUI Minta Media Tak Kaitkan Dukungan Pengurus kepada Capres dengan Jabatan di MUI!

Abdul menilai gudang tersebut tidak layak dijadikan tempat penyimpanan logistik Pemilu, karena kondisinya tidak sesuai dengan SOP yang berlaku.

“Gudang tidak layak dan aman untuk dijadikan tempat penyimpanan kotak suara, kami sudah merekomendasikan untuk memindahkan logistik ke tempat lain,” tegasnya. [kiblat.net]

Tinggalkan Balasan