BERTAMBAH Korban Meninggal Longsor Sukabumi Menjadi 15 Orang, 20 Lainnya Masih Dicari

Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengungkapkan bahwa korban longsor di Cisolok, Sukabumi terus meningkat. Tercatat, saat ini sudah 15 orang meninggal dan 20 orang lainnya masih dalam pencarian.

“Dari 101 jiwa yang tertimbun tercatat 63 orang selamat, 3 orang luka-luka dan dirujuk ke RS Pelabuhan Ratu, 15 orang meninggal dunia dan 20 orang masih dalam pencarian. Dua alat berat telah disiapkan, namun baru satu alat berat yang dapat masuk ke lokasi longsor,” kata Sutopo melalui keterangan persnya pada Rabu (02/01/2018) pagi.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa empat kali longsor susulan sudah terjadi meskipun dengan jumlah longsoran yang lebih kecil. Material tanah yang gembur dan rapuh cukup membahayakan bagi tim SAR gabungan di lapangan, apalagi jika turun hujan.

Menarik Untuk Disimak:   Muslim Uighur Bantu Korban Tsunami Selat Sunda Rp700 Juta Lebih

Menurutnya, daerah Cisolok merupakan zona bahaya longsor sedang dan tinggi. Berdasarkan peta prakiraan terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi pada Januari 2019 dari PVMBG, terdapat 33 kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang masuk kategori longsor menengah hingga tinggi.

“Peta potensi longsor menengah artinya daerah yang mempunyai potensi menengah untuk terjadi longsor. Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan,” paparnya.

“Sedangkan peta potensi longsor tinggi adalah daerah yang mempunyai potensi tinggi untuk terjadi longsor. Pada zona ini dapat terjadi longsor jika curah hujan di atas normal, sedangkan longsor lama dapat aktif kembali,” sambungnya.

Menarik Untuk Disimak:   Arus Mayoritas yang Terdiam itu kini Menyeruak Bangkit

Tim SAR gabungan, kata dia, akan melanjutkan upaya pencarian 20 korban yang diduga masih tertimbun longsor.

“Sedangkan kebutuhan mendesak saat ini adalah cangkul, sekop, sarung tangan latex, alat komunikasi, personil dan relawan untuk menangani dapur umum dan evakuasi, dan perbaikan jaringan listrik agar segera menyala kembali,” pungkas Sutopo. [kiblat.net]

Tinggalkan Balasan