Sabtu , 25 November 2017

Yatim Syuhada Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Home / News / Kabar Yatim Syuhada: Zahra Ramadhani Tutup Usia, Biaya Pengobatan Rp 10,8 Juta Telah Disalurkan

Kamis, 19 Zulhijjah 1435 H / 14 Oktober 2014
MEDAN, Infaq Dakwah Center (IDC) – Innalillahi wa inna ilayhi roji’uun. Kabar duka datang dari keluarga yatim syuhada di Medan, Sumatera Utara. Azzahra Ramadhani, salah seorang anak yatim syuhada, wafat pada Senin siang (29/9/2014) di Rumah Sakit RSUP Haji Adam Malik Medan. Ia menyusul ayahnya yang gugur syahid insya Allah di Jakarta tahun 2010 silam. Ia ditembak thaghut Densus karena menegakkan syariat i’dad, bergabung bersama kafilah Mujahidin Aceh.
Gadis berusia 17 tahun ini meninggal setelah setahun cuti dari bangku santri di Pondok Pesantren Nurussalam Ciamis, Jawa Barat akibat menderita penyakit systemic lupus erythematosus (SLE) yang biasa disebut Lupus.
Berbagai pengobatan telah ditempuh mulai dari pengobatan herbalis, thibbun nabawi hingga medis. Bahkan tabib ahli pengobatan herbalis sudah angkat tangan. Karena kondisinya makin memburuk, maka pada pertengahan September 2014 ia dilarikan ke RSUP Adam Malik Medan. Saat itu, matanya sudah mulai memutih, terkadang mengeluarkan butiran seperti kapur bila ia menangis. Rambutnya mulai rontok, wajahnya menghitam, dan sesekali buang air seninya berupa darah.
Dalam kepanikan itu, berita tersiar di kalangan aktivis dan sampaikepada IDC. Saat itu juga Direktur IDC mencari nomor kontak ibunya dan segera menelpon. Rupanya Ummu Zahra merasa berat dengan bayangan biaya pengobatan yang begitu tinggi dan mustahil bisa ditanggungnya. Ia tidak bisa mengurus BPJS karena pihak kelurahan tak mau menerbitkan KTP kepadanya.
Tanpa BPJS, biaya pengobatan Zahra sangat mahal. Sekali kemoterapi bisa menelan biaya minimal 8 juta rupiah. “Biayanya mahal sekali Pak. Ana sudah tanya-tanya untuk sekali kemoterapi saja bisa delapan sampai dua puluh juta,” ujarnya via telepon kepada Direktur IDC.

….Dengan menyantuni anak yatim syuhada, para dermawan akan meraih keutamaan berpahala jihad, sekaligus mendapat jaminan masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari….

Tanpa pikir panjang, Abu Mumtaz menjanjikan IDC akan menanggung semua biaya pengobatan. “Baik Bu. Kalau begitu Ibu fokus pengobatan Zahra saja, tidak usah dipikirkan urusan BPJS yang tidak jelas. Insya Allah IDC siap menanggung biaya pengobatan Zahra, lakukan pengobatan yang terbaik,” jawab Direktur IDC singkat.
Paginya, Selasa (23/9/2014), IDC langsung mentransfer dana bantuan sebesar sepuluh juta rupiah ke rekening Ummu Zahra. Sebelumnya, IDC sudah memberikan bantuan sebesar 800 ribu rupiah.
Dengan suntikan dana itu, berbagai tindakan medis pun mulai dilakukan tahap demi tahap. Manusia selaku hamba Allah hanya bisa berikhtiar, tapi taqdir dan ajal ada di tangan Allah Ta’ala. Jika ketentuan ajal telah datang, maka tak seorang pun manusia yang mampu mengundur waktu walau hanya sedetik.
“Maka apabila telah datang waktunya (ajal), tak seorangpun mampu mengundurkan maupun memajukannya” (Qs Al-A’raf 34).

“Ya Allah, ampuni dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia dan maafkanlah dia. Tempatkanlah dia di tempat yang mulia dan luaskanlah kuburnya. Mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari dosa sebagaimana Engkau bersihkan pakaian yang putih dari kotoran. Berikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya. Berikanlah keluarga yang lebih baik daripada keluarganya, istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya di dunia). Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari siksa kubur dan azab neraka.”
Detik-detik menjelang wafat, kondisi Zahra sangat memprihatinkan karena penyakit Lupus yang dideritanya sudah sangat parah. Dua hari sebelum meninggal, ia mengalami kejang tak kurang dari tiga kali sehari karena panas badannya sangat tinggi. Fisiknya sangat lemah, sehingga makanan dan minuman harus dimasukkan melalui selang. Bibirnya pecah berdarah sehingga tidak bisa berbicara apapun. Untuk mengatakan sesuatu apapun, shalat dan sebagainya, ia hanya bisa memakai isyarat.
Jazakumullah khairan kepada para donatur IDC yang telah berinfak dalam program Cinta Yatim Syuhada. Berapapun donasi yang disalurkan dalam program ini, insya Allah menjadi amal shalih. Dan Azzahra Ramadhani akan menjadi saksi bahwa para donatur layak mendapat kesempatan masuk surga bersama Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam sedekat dua jari.

….Detik-detik menjelang wafat, kondisi Zahra sangat memprihatinkan. Panas badannya sangat tinggi, kejang, dan fisiknya sangat lemah sehingga untuk mengatakan apapun, shalat dan sebagainya hanya bisa dengan isyarat…

PROGRAM SPESIAL CINTA YATIM SYUHADA
Program ini didedikasikan untuk membantu anak-anak yatim yang orang tuanya gugur saat berjihad fisabilillah. Karena masa depan dan pendidikan anak-anak yatim yang orang tuanya gugur fisabilillah itu adalah tanggungjawab kaum muslimin.
Dengan menyantuni anak-anak yatim syuhada, para dermawan akan meraih fadilah (keutamaan) yang sangat besar, yaitu berpahala jihad karena mengurusi keluarga mujahidin, sekaligus mendapat jaminan masuk surga bersama Rasulullah SAW sedekat dua jari.
“Barangsiapa yang mempersiapkan perbekalan orang yang berjihad fisabilillah maka sungguh ia telah berjihad dan barangsiapa yang menanggung keluarga orang yang berjihad fisabilillah dengan baik (cukup), maka sungguh ia telah berjihad” (HR Bukhari).
Rasulullah SAW bersabda: “Aku dan pemelihara anak yatim kelak di surga kedudukannya seperti dua jari ini” (HR Bukhari). Rasulullah SAW bersabda demikian sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya dengan merapatkan keduanya.
Adalah sangat berdosa bagi kaum muslimin yang mampu, apabila berdiam diri atas kesulitan anak-anak Yatim. Sebesar apapun simpati dan donasi kepada anak yatim, akan dapat memberikan semangat hidup bagi mereka, bahwa kita saudara-saudaranya masih mempunyai kepedulian terhadap mereka.
Penyaluran dana kepada keluarga syuhada disampaikan sesuai kebutuhan dalam bentuk:

  1. Bantuan mukafaah (living cost) setiap bulan.
  2. Bantuan pendidikan (beasiswa) sampai tamat.
  3. Bantuan pelatihan/kursus keterampilan sesuai minat dan bakat.
  4. Bantuan kesehatan dan keperluan darurat.
  5. Bantuan permodalan usaha bagi yang memiliki keterampilan (skill).

Bagi yang terpanggil untuk berbagi kasih dan menyantuni anak-anak yatim syuhada bisa menyalurkan donasinya ke dalam program “Cinta Yatim Syuhada & Mujahidin” ke rekening khusus:
Bank Muamalat nomor rekening:
34.7000.3006
a/n: Yayasan Infaq Dakwah Center
BERITA TERKAIT:

  1. Ustadz Ba’asyir Dukung Program Cinta Yatim Syuhada yang Dikelola IDC
  2. Ustadz Ba’asyir: Kita Berdosa Jika Ada Anak Yatim Syuhada Terlantar Akibat Ketidakpedulian Kita

Share this post..

Source: http://ift.tt/1vsIKoN

Shares