Kamis , 23 November 2017

Waspada Ladies! Keluar Kamar Mandi hanya Pakai Handuk, Gadis Ini Diperkosa dan Dibunuh

ilustrasi

KENDARI – Kepolisian Resor (Polres) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menangkap Sulfian (29), tersangka pembunuh Ferawati Fajar (19), korban yang ditemukan tak bernyawa di semak-semak Jalan Banteng, Kelurahan Rahandaona, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (5/12/2016).

Pelaku ditangkap polisi di Pelabuhan Leato Gorontalo, Jumat (9/12/2016), tempat keluarganya bekerja.

Kasubdit Dokpol Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, Kompol dr Mauluddin yang ikut langsung dalam penyergapan ini mengatakan, usai menghabisi korban, tersangka kemudian melarikan diri ke Gorontalo dengan menggunakan sepeda motor.

“Kita amankan pelaku pada pukul 13.00 Wita di Pelabuhan Leato, Kelurahan Leato Utara, Kota Gorontalo. Besok pagi baru tiba di Kendari,” tutur Mauliddin via telepon selulernya, Jumat (9/12/2016).

Wow!:  Polda Metro Usut Proyek Reklamasi, Luhut: Urusan Gubernur Itu, Saya enggak urusin itu (reklamasi),

Menurut dia, keluarga tempatnya tinggal tidak mengetahui bahwa tersangka menjadi buronan karena terlibat kasus pembunuhan. Tersangka sendiri telah menikah dan istrinya berdomisili di Kabupaten Konawe Selatan.

“Jadi pelaku kabur dengan motornya lewat Konawe Utara menuju Kabupaten Morowali kemudian lewat Parigi Motong dan terakhir di Gorontalo sama keluarganya,” katanya.

Berdasarkan keterangan sementara, motif tersangka tega membunuh korban yang tak lain sepupunya itu akibat pengaruh minuman keras.

“Sekitar jam 3 sorenya, pelaku mengaku terangsang melihat korban yang hanya pakai handuk keluar dari kamar mandi. Lalu pelaku memaksa korban untuk berhubungan intim, korban sempat melakukan perlawanan dengan menggigit tangan pelaku,” tambah Mauluddin.

Karena korban melawan, pelaku memukul wajah korban kemudian mencekiknya. Setelah korban tidak berdaya, ia pun melancarkan aksinya dengan menyetubuhi korban.

Wow!:  OTT Bupati Nganjuk, Transaksi Terjadi dari Daerah Hingga ke Jakarta, KPK Amankan 15 Orang

“Sambil menunggu gelap, Sulfian memasukkan tubuh korban ke dalam drum penampung air di belakang rumah yang ditumpanginya. Lalu sekitar pukul 19.00 Wita malam, ia menggendong sendiri tubuh Fera kemudian membuangnya ke semak-semak pinggir sungai lokasi temuan mayat korban,” terangnya.

Sebelum kejadian itu, Sulfian mengaku minum ballo (miras tradisional) pada Minggu (4/12/2016) pukul 09.00 pagi bersama rekannya, Sarpin. Saat itu, mereka tengah mengerjakan renovasi rumah di Jalan Mekar, Kelurahan Kadia, Kendari.

Selanjutnya pukul 14.00 Wita siang, Sulfian mengajak korban untuk jalan-jalan ke rumah Sarpin di BTN Graha Lemparang, Kelurahan Rahandaona, Kendari.

Wow!:  Memahami Sekularisme dalam Undang-undang Ormas

Namun, Sarpin meninggalkan mereka berdua di rumah tersebut karena ada urusan mendadak di Morosi, Kabupaten Konawe.

“Sarpin menjadi saksi dalam kasus ini, karena saat temuan mayat korban tidak ada satupun identitas di sekitar TKP. Sehingga korban diketahui adalah warga Kolaka Timur,” tandas Mauluddin.

Seperti diberitakan sebelumnya, La Pungalu menemukan sesosok mayat perempuan tanpa busana di semak-semak di Jalan Banteng, Kelurahan Rahandouna, Kecamatan Poasia, Kendari pada Senin (5/12/2016).

Korban diketahui bernama Ferawati warga Desa Tokai, Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur.

Berdasarkan penuturan ayah korban, anaknya baru dua pekan berada di Kendari untuk bekerja membantu keluarganya sebagai karyawan fotokopi di seputaran kampus Universitas Haluoleo (UHO) Kendari.

Sumber: tribun

Shares