Senin , 20 November 2017

Walau Sudah Disahkan, GNPF Tetap Tolak UU Ormas

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF‎) Ulama angkat bicara terkait disahkannya Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas menjadi Undang-Undang (UU), dengan tegas GNPF Ulama menolak pengesahan UU Ormas.

Berangkat dari penolakan tersebut, Ketua GNPF Ulama, Ustad Bachtiar Nasir menegaskan bahwa ajaran Islam sejatinya mewajibkan untuk menentang dan mencegah setiap kezaliman maupun kemunkaran yang terjadi.

Bachtiar menerangkan, hal itu sesuai dengan yang terkandung dalam ayat-ayat Alquran‎. Diantaranya, surat Ali Imran ayat 104, surat Al Baqarah ayat 193, kemudian surat al Anfal ayat 25 dan Al Mumtahanah ayat 9.

Baca Juga  Setya Novanto Tertidur di Paripurna Perppu Ormas

Kemudian dari sudut konstitusional, lanjut Bachtiar GNPF Ulama menyebut proses politik yang melahirkan Perppu tersebut adalah cacat hukum.

“Karena tidak terpenuhinya unsur syarat-syarat untuk dapat diterbitkannya sebuah Perppu,” tegasnya saat jumpa pers pernyataan sikap GNPF Ulama dan Ormas Islam di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (30/10/2017).

‎GNPF Ulama pun menilai proses pengesahan Perppu Ormas menjadi UU dalam Sidang Paripurna DPR RI bukanlah keputusan yang memenuhi aspek musyawarah mufakat.

Baca Juga  Pembicaraan Perppu Ormas di paripurna berjalan alot

“Karena terkesan telah terjadi pemaksaan dari rezim yang tengah berkuasa yang akan menggunakan Perppu pembubaran Ormas tersebut sebagai senjata mengekang kebebasan dan bertentangan dengan pembukaan UUD Tahun 1945,” ujarnya.

GNPF Ulama juga memandang substansi dari UU Ormas itu sangat merugikan umat Islam. Sebab, cenderung ditunjukan untuk membatasi dan mengekang dakwah Islam sekaligus ingin memadamkan cahaya agama Islam.

Untuk itu, dia pun mengutip ‎surat At Taubah ayat 32 dan surat Ash Shaff ayat 8 : Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”.

Baca Juga  Menilik Taman Abbasiyah

Bachtiar menambahkan, berdasarkan pertimbangan tersebut, GNPF Ulama dan Ormas Islam menyerukan kepada umat Islam Indonesia agar :

1. Tidak mendukung dan tidak memilih partai-partai yang telah menyetujui Perppu menjadi UU. Baik dalam Pilkada, Pileg, maupun Pilpres.

2. Agar selalu waspada terhadap kemungkinan terburuk yang diakibatkan oleh UU tersebut.

3. Melakukan perlawanan melalui mekanisme legal konstitusional.

(Danial)

harianterbit, 31/10/2017

Shares