Sabtu , 16 Desember 2017

Ust. Abdul Somad: Untuk Ngajak Orang Shalat Gak Perlu Punya Basic Agama

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.

Tidak harus menunggu menjadi ustadz untuk mengajak orang lain menjalankan shalat. Demikian pesan tersirat dari ceramah Ustadz Abdul Somad, Lc. MA, di video “Ajak Orang Lain ikut Sholat” yang dipublikasikan salingsapa tv.

“Untuk ngajak orang sholat gak perlu punya basic agama,” tuturnya.

Wow!:  Setelah Nyanyikan “Indonesia Raya” Ust. Somad Akhirnya Boleh Ceramah di Bali

Alasannya, menurut alumnus S1 Al-Azhar Cairo ini, karena setiap kita adalah da’i.

Kemudian ustadz kondang asal Pekanbaru, Riau ini menyitir perkataan Syaikh Umar Tilmisani, “Nahnu Du’atun Qobla Kulli syai’in” yang beliau terjemahkan menjadi “sebelum jadi apa-apa kita adalah da’i.”

Apapun profesi yang kita miliki, kita harus menjadi da’i (penyeru orang lain kepada kebaikan). Jadi insinyur, kita adalah dai. “Kamu adalah da’i, ajaklah sahabat-sahabatmu,” serunyanya dengan menyisipkan humor renyahnya

Wow!:  Luhut dan Alumni ITB Saling Kritik, Anies: Reklamasi Bukan Hal Luar Biasa

“Kamu pimpinan di perusahaan, selamatkan karyawan-karyawanmu. Kau adalah direktur, ajaklah sahabat-sahabatmu,” tambahnya.

Mengajak orang lain kepada kebaikan, menurut ustadz yang menyandang titel Magister ini, termasuk menolong di jalan Allah.

Ustadz Abdus Somad juga mengkritik sikap apatisme sebagian orang, “Yang penting saya sudah shalat, yang penting saya sudah dzikir, masalah orang lain gak sholat bukan urusan saya”. Beliau menyebutnya bukan sikap orang Islam. “Karena orang Islam tidak egois. Dia ingin ajak saudaranya,”tutupnya dalam video tersebut.

Wow!:  Legislator Minta Polri Konsisten Gunakan Istilah Terorisme, Agar Tidak Ada Persepsi Diskriminatif

Menurut dai yang ceramahnya selalu di hadiri ribuan jamaah ini, bahwa orang yang hanya mementingkan kesalihan dirinya sendiri dan tidak peduli kepada kesalihan orang di sekitarnya termasuk orang yang paling merugi di atas bumi ini.

“Orang paling rugi adalah pernah hidup di atas dunia tetapi tidak pernah berbuat kebaikan mengajak orang lain.” Katanya. [PurWD/voa-islam.com]

Shares