Minggu , 17 Desember 2017

TNI-Polri Berpolitik Praktis, Indonesia Mengarah Disintegrasi Serius

Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta untuk tidak berpolitik praktis. Selain akan menimbulkan persoalan-persoalan yang pelik di masa mendatang, TNI/Polri jika berpolitik praktis akan sarat dengan penyelewengan kewenangan dan kekuasaannya.

Mantan Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora)/Kwartir Nasional Pramuka Dr Adhyaksa Dault mengingatkan, jika TNI/Polri kembali berpolitik praktis, maka Indonesia akan segera masuk dalam konflik berkepanjangan, dan mengarah pada disintegrasi yang serius.

Wow!:  Gawat! Tokoh Gay Internasional Ini Bakal ke Indonesia, Warganet Serbu Akun Sinon Loresca

“Please, TNI Polri jangan ikut memilih. TNI/Polri jangan berpolitik praktis. Itu akan menjadi kemunduran bagi bangsa ini. Jadi, tolonglah agar tidak memilih,” ujar dia dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Senin (23/10).

Wow!:  MUI: Jika Temui Jalan Buntu, Indonesia Perlu Putuskan Hubungan Diplomatik dengan AS

Menurut mantan Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ini, sangat sulit dibayangkan, jika setiap partai politik memiliki jenderal-jenderal berpolitik praktis.

“Jika ada jenderalnya PDIP, ada jenderalnya Golkar, ada TNI atau Polisinya PDIP, ada TNI atau Polisinya Golkar, lah pasti akan ada persoalan dengan masyarakat ini nanti,” tutur dia.

Wow!:  AEPI: Ekonomi Indonesia di Bawah Kepemimpinan Jokowi Makin Terpuruk

Dia setuju bahwa peran dan kesejahteraan TNI/Polri harus diperkuat dan ditingkatkan. Namun untuk urusan politik praktis sebaiknya tidak ikut-ikutan.

“TNI/Polri harus kita perkuat untuk menjaga NKRI,” tandasnya. [sam]

sumber: swamedium

Shares