Minggu , 17 Desember 2017

Tidak Mau Elektabilitasnya Merosot, Jokowi Akan Mulai Pencitraan Lagi di 2018

Kepala Devisi IV Bidang Komunikasi Politik Kantor Staf kepresidenan, Eko Sulistyo mengatakan pihaknya akan segera melakukan langka-langka antisipasi. Hal ini terkait dengan elektabilitas Joko Widodo yang dinilai belum aman untuk menyongsong Pilpres 2019, karena dibayangi oleh Prabowo Subianto.

Untuk mempertahankan agar elektabilitas Jokowi tidak semakin tergerus menjelang Pilpres 2019, menurutnya perlu dilakukan peninjauan program-program yang menimbulkan gejolak dan respon negatif dari masyarakat.

Wow!:  Meski Beristri Dua, Kakek 70 Tahun Ini Masih Nikahi Gadis 17 Tahun

“Kita akan mengantisipasi, mulai tahun depan kita akan pastikan tidak akan ada program yang menggerus elektabilitas. Untuk itu kita akan bekerja dengan baik yang tidak menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat,” kata dia di Jakarta, Minggu (3/12).

Wow!:  Membongkar Framing Media “Sandiaga Tuding Pejalan Kaki Penyebab Semrawut Tanah Abang”

Sebelumnya Organisasi Kesejahteraan rakyat (Orkestra) menyampaikan hasil surveinya bahwa rivalitas Prabowo Subianto dengan Joko-Widodo (Jokowi) sangat bersaing ketat, kedua tokoh ini memiliki elektabilitas yang tak berbeda jauh.

Sebagaimana diketahui, meskipun Jokowi memenangkan Pilpres 2014 dan mengendalikan tampuk kekuasaan, namun ternyata dia tidak mampu mendongkrak elektabilitas secara signifikan melampaui Prabowo.

Wow!:  Soal Penghayat Kepercayaan, MUI: Agama Leluhur Itu Tidak Ada

“Elektabilitas Jokowi saat ini hanya 24,38 persen, disusul Prabowo 21, 09 persen,” kata Ketua Umum Orkestra, Poempida Hidayatulloh di Jakarta, Minggu (3/12).

aktual.com, 3/12/2017

Shares