Sabtu , 16 Desember 2017

The Power of Setya Novanto, “Setnov Dipanggil KPK, Komisionernya yang Diperiksa”

The Power of Setya Novanto, “Setnov Dipanggil KPK, Komisionernya yang Diperiksa”

Tulisan ini saya maksudkan untuk lucu lucuan saja. Judulnyapun saya sengaja jadikan lelucon. Sungguhpun ini sebuah lelucon, tapi mohon tidak dipahami apa yang tersurat saja. Pahami jualah yang tersirat. Ini tulisan tentang Ketua DPR RI Setya Novanto dan juga masih menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golongan Karya.

Beberapa pekan yang lalu, di ranah media sosial, khususnya jagat Twitter diramaikan dengan adanya tanda pagar #ThePowerofSetyaNovanto. Saya melihat adanya tagar ini bukan dimaksudkan untuk memuja sang politikus nan dikenal licin bak belut itu. Namun lebih pada ungkapan kekesalan masyarakat. Kesal karena hukum seperti tidak berdaya saat berhadapan dengan Novanto. Kesal karena hukum seperti tumpul dan kehilangan taji saat bersentuhan dengan Mantan Pria Tampan Surabaya tahun 70-an itu.

Setya Novanto memang dikenal sebagai politkus yang licin. Beberapa kali terindikasi terlibat dalam kasus hukum, namanya tiba-tiba menghilang dari berkas tuntutan bahkan dakwaan. Setnov seperti angin saja, ia dapat dirasakan, namun tidak terlihat.

Sebutlah kasus apa yang namanya muncul. Hanya sebatas itu, tidak lebih. Kasus Cassey Bank Bali, kasus PON Riau dan kasus Limbah B3 dan banyak lainnya, namanya sempat muncul dalam berkas pemeriksaan. Namun aneh bin ajaib, nama Setnov tidak pernah sampai ke pengadilan.

Wow!:  Setnov: Kiai dan Santri Berperan Dalam Kemerdekaan

Tanda pagar #ThePowerofSetyaNovanto bertahan berhari-hari di posisi trending topic ranah media sosial Twitter. Bahkan di platform media Faebook pun, olok-olok juga tak kalah ramainya. Yang paling menarik bagi saya adalah, saat nama Setnov pertama kali disebut akan diperiksa sebagai saksi dan kemudian ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terjadi adalah, kalangan politisi di Senayan langsung mengusulkan pembentukan Pansus Hak Angket KPK.

Entah kebetulan atau tidak, hal ini senada dengan salah satu cuitan di Twitter “Setnov dipanggil KPK, KPK-nya yang diperiksa” #ThePowerofSetyaNovanto. Memang, tak lama setelah itu, DPR langsung mengesahkan pembentukan panitia khusus hak angket untuk menyelidiki komisi anti rasuah itu.

Satu persatu persoalan di tubuh KPK diungkap ke publik oleh Pansus yang dipimpin oleh kader Golkar Agun Gunanjar Sudarsa. Cobalah simak, mulai dari kisah perseteruan antara Penyidik Senior KPK Novel Baswedan dengan Direktur Penyidikan KPK Aries Budiman, soal OTT KPK yang konon kabarnya memakai uang pihak ketiga sampai salah tangkap dan sungguh banyak lainnya diumbar kepada publik. KPK yang seharusnya memeriksa dugaan keterlibatan Setya Novanto dalam kasus pengadaan KTP elektronik justru menjadi pesakitan di DPR. Para komisioner KPK berulang kali dipanggil pansus untuk menghadiri sidang.

Wow!:  Nusantara dan Khilafah dalam Realita Sejarah Indonesia

Belum cukup sampai di sana, Ketua KPK, Agus Rahardjo dilaporkan ke Mabes Polri. Komisioner lainnya Saut Situmorang juga dilaporkan ke penyidik kepolisian dalam dugaan kasus pidana yang dilakukannya sebelum menjadi komisioner KPK. Bertubi-tubi dan berulang kali terus menerus.

Lembaga anti korupsi itu juga diserang oleh politisi Fahri Hamzah. Tak kalah garang, Fahri menyebut usulan agar KPK dibubarkan saja. Politisi DPR lainnya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Henri Yosodiningrat mengusulkan agar KPK dibekukan sementara. Sejawat Novanto di Golkar, Misbakhun mengusulkan agar anggaran KPK di APBN dibintangi dulu.

Saya sepakat dengan banyak netizen, Novanto memang sakti. Buktinya, hanya berselang sehari setelah palu hakim Cepi Iskandar membebaskannya dari status tersangka, Setya Novanto bisa segera pulang dari rumah sakit. Padahal, konon kabarnya sakit yang diderita Setnov tergolong parah. Ia mengalami pengapuran di jantung dan peningkatan gula darah. Fotonya dirawat dengan selang oksigen dan monitor gerakan jantung menjadi viral. Jadi benarlah rupanya, palu hakim sungguh bisa menyembuhkan orang sakit.

Wow!:  Kuasa Hukum Tetap Laporkan Kasus Ustaz Somad ke Mabes Polri

Hari ke hari sakit Novanto kian sirna. Ia bisa berjalan, kembali ke DPR dan memimpin rapat di partainya. Netizen menjadi sangat marah. Namun kepada siapa? Kepada Setnov? Cepi Iskandar? Atau KPK. Tentu membingungkan. Jadi kalau muncul tanda pagar #ThePowerofSetyaNovanto bagi saya adalah ungkapan frustasi terhadap penegakan hukum. Ungkapan kekecewaan.

Habis sudah semua kata kata. Semua akal sudah dikeluarkan, semua jurus sudah dimainkan, namun KPK tetap saja kalah. Begitulah, Setya Novanto memang kuat dan lihai. Berdoa saja yang bisa kita lakukan. Semoga hukum bisa berdiri kembali dan kuat. Demi keadilan.

The Power of Setya Novanto, “Setnov Dipanggil KPK, Komisionernya yang Diperiksa”
Oleh: Rhoma Irama Sutan Nan Bungsu

Sumber: politiktoday.com

Shares