Minggu , 17 Desember 2017

Terbongkar Sudah, Khilafah, Liwa’ dan Rayah Bukan Ajaran Hizbut Tahrir, tapi ….

Terbongkar Sudah, Khilafah, Liwa’ dan Rayah Bukan Ajaran Hizbut Tahrir, tapi ….

Sebelum pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia oleh pemerintah, Masyarakat secara umum ketika dihadapkan pada konsep khilafah dan bendera tauhid mereka langsung menunjukkan jarinya dan mengatakan Hizbut Tahrir. Khilafah.. pasti hizbut tahrir, bendera Tauhid, itu pasti hizbut tahrir.

Seiring waktu yang berjalan pasca pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia pemahaman masyarakat tentang khilafah dan bendera tauhidpun mengalami pergeseran. Apalagi dengan masifnya pemberitaan pro kontra tentang khilafah dan bendera tauhid yang kemudian ditemukan adanya dalil yang tak terbantahkan bahwa khilafah, liwa’ dan rayah memiliki sandaran qur’an, sunnah dan sejarah.

Apalagi baru-baru ini Ramai diperbincangkan di media sosial tentang soal ujian akhir semester disalah satu Madrasah Aliyah Kalimantan Selatan. Soal tersebut berisikan materi tentang khilafah.

Seperti dikutip dari detikcom Kementerian Agama telah mengetahui soal ujian yang menjadi viral tersebut. Kemenag menilai tak ada yang salah dengan soal tersebut karena masih dikaitkan dengan makna pemerintahan dalam Islam.

Wow!:  ABI 212, Simbol Kerinduan Umat Islam dengan Kepemimpinan Ulama

“Berkenaan dengan soal ujian yang beredar/viral tersebut, sebenarnya Kemenag memberikan kewenangan kepada guru dan Kemenag provinsi untuk menyusun kisi-kisi soal sesuai dengan ketentuan kurikulum yang dipergunakan,” kata Kepala Biro Humas Kemenag, Mastuki, Selasa (5/12/2017).

“Jika pun ada pertanyaan tentang khilafah dan khalifah itu dikaitkan dengan makna ‘pemerintahan dalam Islam’ seperti penjelasan poin satu. Jadi tidak ada yang salah dalam pertanyaan tersebut. Seperti pertanyaan soal yang lain yang menuntut pemahaman atas bahan ajar pada masing-masing pokok bahasan,” jelasnya.

Menurut Mastuki, bahasan tentang khilafah memang masuk bahasan tentang ‘Sistem Pemerintahan dalam Islam’ di kelas XII MA. Buku yang mengajarkan hal tersebut diterbitkan langsung oleh Kemenag.

Fakta tentang soal ujian tersebut dan pernyataan kemenag adalah bukti bahwa khilafah adalah ajaran Islam, bukan ajaran yang dibuat oleh HIzbut Tahrir.

Wow!:  Bocor Sudah, Siapa Yang Membiayai Dakwah Ustadz Felix, Ternyata..

Adapun mengenai liwa’ dan rayah Bendera putih bertuliskan Laailahailallah Muhammadarasulullah (liwa) dan panji hitam berkaligrafi Arab yang sama (rayah) merupakan bendera Rasulullah SAW dan seluruh kaum Muslimin sedunia bukan bendera Hizbut Tahrir.

Hizbut Tahrir Indonesia, yang telah dibubarkan oleh pemerintah, membantah telah mengibarkan dan melepas bendera HTI ke udara saat gelaran reuni Aksi 212 di Monas, Jakarta, Sabtu (2/12).

“Sangat keliru jika itu disebut sebagai bendera HTI. Saya tegaskan itu bukan bendera HTI,” ujar mantan Juru Bicara HTI Ismail Yusanto saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Minggu (3/12).

Ismail mengatakan, bendera hitam-putih berlafaz tauhid itu merupakan panji kebesaran umat Islam di bawah bimbingan Nabi Muhammad SAW.

Ada dua jenis dari bendera/panji umat Islam, yakni bendera Al Liwa dan panji Ar Rayah.

Bendera Al Liwa adalah bendera berwarna putih dengan tulisan Arab La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah berwarna hitam. Sementara Panji Ar Rayah berupa bendera hitam dengan tulisan warna putih.

Wow!:  Selfie Itu Bukti Sudah Menunaikan Haji, Jangan Dilarang dong

Ismail mengakui HTI menggunakan panji Ar Rayah sebagai simbol organisasi mereka. Namun dia menegaskan, tak berarti setiap mereka yang mengibarkan panji tersebut merupakan bagian dari HTI.

“Itu panji dan benderanya Rasulullah. Itu artinya benderanya muslimin di seluruh dunia,” kata Ismail.

“HTI menggunakan bendera itu sebagai simbol karena memang bagian dari usaha organisasi untuk mengenalkan persatuan semua Islam di seluruh dunia,” lanjut Ismail.

Kesimpulannya bahwa konsep khilafah Bukanlah konsep hizbut tahrir meskipun hizbut tahrir begitu sering menyuarakannya, tetapi sebuah konsep yang merupakan ajaran Islam, demikian pula dengan bendera tauhid (liwa’ dan rayah) bukanlah bendera Hizbut Tahrir meskipun dibanyak aksi hizbut tahrir hampir dipastikan mengibarkannya. Oleh karena itu melakukan kriminalisasi khilafah dan bendera tauhid pada prinsipnya adalah mengkriminalisasi ajaran Islam. (detik/cnn/pic)

Shares