Sabtu , 16 Desember 2017

Tanda Tanya Pidato Kemendari! Apakah Atheisme dan Komunisme Dikecualikan dalam Perppu Ormas?

ATHEISME DAN KOMUNISME DIKECUALIKAN DALAM PERPPU ORMAS?Ada yang mencurigakan dalam pidato Mendagri, Tjahyo Kumolo, pasca ketok palu pengesahan PERPPU ORMAS pada rapat paripurna DPR, 24/10/2017.Sila cek pada link:http://www.youtube.com/watch?v=kTZUcSjF5ysPerhatikan ucapan Mendagri yang mengecualikan Komunisme sebagai anti Pancasila"Banyak dan ada ormas yang dalam aktivitasnya, ternyata mengembangkan paham atau mengembangkan ideologi dan ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945. *Dan hal ini tidak termasuk dalam paham Atheisme, Komunisme, Leninisme, Marxisme, yang berkembang cepat di Indonesia".*Pernyataan Mendagri ini melanggar Tap MPRS 25/1966 tentang pembubaran PKI dan larangan penyebaran ajaran Komunisme, Leninisme, Marxisme. Selain itu UU 27/1999, pasal 107, upaya dengan lisan, tulisan maupun media apapun menyebarkan atau mengembangkan ajaran Marxisme, Komunisme, Leninisme, dalam segala bentuk dan wujudnya dipidana dengan pidana paling lama 20 tahun penjara.Sebagai menteri Tjahjo Kumolo harus menjelaskan ucapannya tersebut. Agar tidak dipersepsikan dirinya pelindung PKI !Jogjakarta, 25/10/2017-Irfan S. Awwas –

Posted by Indonesia Milik Allah on Wednesday, October 25, 2017

Ada yang mencurigakan dalam pidato Mendagri, Tjahyo Kumolo, pasca ketok palu pengesahan PERPPU ORMAS pada rapat paripurna DPR, 24/10/2017.

Jika Video di atas tidak bisa diputar silakan cek pada link:
menit 21:55-23.00.

Perhatikan ucapan Mendagri yang mengecualikan Komunisme sebagai anti Pancasila

“Banyak dan ada ormas yang dalam aktivitasnya, ternyata mengembangkan paham atau mengembangkan ideologi dan ajaran yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945. *Dan hal ini tidak termasuk dalam paham Atheisme, Komunisme, Leninisme, Marxisme, yang berkembang cepat di Indonesia”.*

Pernyataan Mendagri ini melanggar Tap MPRS 25/1966 tentang pembubaran PKI dan larangan penyebaran ajaran Komunisme, Leninisme, Marxisme.

Selain itu UU 27/1999, pasal 107, upaya dengan lisan, tulisan maupun media apapun menyebarkan atau mengembangkan ajaran Marxisme, Komunisme, Leninisme, dalam segala bentuk dan wujudnya dipidana dengan pidana paling lama 20 tahun penjara.

Sebagai menteri Tjahjo Kumolo harus menjelaskan ucapannya tersebut. Agar tidak dipersepsikan dirinya pelindung PKI !

Jogjakarta, 25/10/2017
-Irfan S. Awwas –

facebook

Shares