Senin , 20 November 2017

Survei PPIM UIN Jakarta Mengkotak-Kotak Islam menjadi Radikal, Salafi dan Moderat

Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta mengeluarkan penelitian mengenai perilaku generasi Z (lahir tahun 1995-sekarang) terkait sikap intoleransi dalam beragama.

Salah satu subjek penelitian adalah menelisik siapa saja ulama atau tokoh agama yang populer di media sosial. Mereka dikategorikan menjadi tiga golongan, yaitu Radikal, Salafy, dan Moderat.

Hasil survei yang dibacakan oleh Anggota Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Saiful Umam, menyebutkan bahwa Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab menempati urutan teratas ulama populer di media sosial dengan kategori Radikal.

Baca Juga  Gempari: Hentikan Reklamasi dan Copot Menko Luhut

Sementara urutan selanjutnya adalah Ustadz Felix Siauw, Ustadz Abu Bakar, Ustadz Bachtiar Nasir, dan di urutan terakhir ada Ustadz Tengku Zulkarnaen.

Sementara itu ulama yang masuk kategori Salafy adalah Ustadz Khalid Bassalamah, Ustadz Zakir Naik, Ustadz Firanda Andirja, dan Ustadz Syafiq Riza Basalamah.

Baca Juga  Mega Mau Bangun Masjid, Said Aqil: Untuk Menepis PDIP Kurang Perhatian sama Umat Islam

Di kategori yang paling banyak dan paling baik menurut lembaga survei ini adalah ulama yang masuk kategori Moderat.

Urutan pertama adalah Mamah Dedeh, yang disusul KH Abdullah Gymnastiar, Ustadz Yusuf Mansur, Prof DR Quraish Shihab, Prof DR Din Syamsudin, KH. Said Aqil Siraj, KH. Ma’ruf Amin KH. Musthofa Bisri, Ustadz Maulana, Buya Syafii Maarif, Teh Ninih, Dr. Haidar Nashir, Okky Setiana Dewi, Ustadz Hanan Ataki, dan Ulil Abshar Abdalla.

Baca Juga  Soal Reklamasi, Fraksi Nasdem: "Lanjutkan saja, bermanfaat bagi rakyat Jakarta"

Hasil survei PPIM Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Dari sini, PPIM Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta menyimpulkan bahwa dunia internet banyak diisi oleh orang-orang radikal daripada moderat.

“Orang yang tidak memiliki akses internet sekarang ini, lebih moderat ketimbang orang yang memiliki akses internet, karena dewasa ini, internet lebih banyak diisi oleh orang orang radikal,” kata Saiful Umam.

Apa sebenarnya radikal dan mengapa ada penggolongan penggolongan semacam itu?

Kiblat.net

Shares