Sabtu , 25 November 2017

Soal Pelacuran dan Judi: Wanita ini sebut, Harusnya dilokalisasi, kita tidak usah munafik, Pajaknya Buat Pembangunan

Wanda Hamidah angkat bicara terkait disetopnya perizinan Hotel-Griya Pijat Alexis oleh Pemprov DKI yang kini dipimpin oleh Anies-Sandi. Ia mengatakan bahwa di dalam Alexis sering terdapat penari-penari wanita yang tidak mengenakan busana untuk menghibur para tamu yang hadir.

Kendati demikian, wanita berusia 40 tahun tersebut menyebutkan sebenarnya fenomena seperti ini memang sudah tersebar luas di seluruh dunia, bukan hanya di Jakarta saja.

Wow!:  Ketua DPD Gerindra DKI: Tugas Gubernur DKI bukan sebatas menutup Alexis ataupun mengurus polemik reklamasi

“Ini ambigu juga sih ya, sebetulnya tempat hiburan malam seperti itu bukan hanya di kota besar, tapi di seluruh dunia pasti ada. Enggak usah kita bicara stripper atau pelacuran. Pelacuran yang berkedok panti pijat, itu dari dulu sudah ada,” jelasnya.

Meskipun menghargai usaha pemerintah untuk tidak melanjutkan izin operasi dari Alexis, di sisi lain pemain film ‘Cahaya Dari Timur’ itu juga melihat dampak positif dari adanya pusat hiburan semacam Alexis di Jakarta, dan ia pun juga berandai-andai mengenai langkah apa yang seharusnya dilakukan pemerintah dalam menghadapi pusat hiburan seperti ini.

Wow!:  Lahir dengan Kaki Cacat, Wanita ini Bisa Lari Cepat

“Kalau saya lebih memikirkan, ini harusnya dilokalisasi. Contohnya seperti Malaysia, dia bikin ‘Genting’, siapa yang mau berjudi pergi ke Genting. Repotnya, di Indonesia ini dua hal, pelacuran dan perjudian. Dua hal ini tidak diterima, tapi dilakukan sembunyi-sembunyi,” paparnya.
“Menurut saya, kita tidak usah munafik, contohnya zaman bang Ali (Sadikin) deh, tempat seperti ini tetap ada, dan pajaknya bisa dijadikan buat pembangunan kota,” lanjut dia dilansir kumparan.com

Shares