Minggu , 17 Desember 2017

Setnov: Kiai dan Santri Berperan Dalam Kemerdekaan

Ketua DPR RI, Setya Novanto menghadiri peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Al Jailani, Probolinggo (Minggu, 22/10).
Novanto datang bersama Bupati Probolinggo Puput Tantriana, Ketua Komisi II DPR RI, Zainudin Amali; Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono; Wakil Ketua Komisi VII Satya Yudha.

Kemudian Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan yang juga Anggota Komisi III DPR RI, Adies Kadir; Anggota Komisi XI DPR RI Misbakhun; Anggota Komisi VII, Eni M Saragih; Anggota Komisi VIII, Hasan Aminuddin, serta Staff Khusus Ketua DPR RI Yahya Zaini.

Wow!:  Waduh, Anak 13 Tahun ini Digigit Hiu Saat Berselancar

Novanto terlihat mengenakan kopiah dan sarung, ciri khas warga Nahdiyin. Dia juga mendapatkan sorban tanda kehormatan dari pengasuh pondok pesantren KH Hafid Aminuddin.

“Kehadiran saya disini tidak semata karena kedudukan sebagai Ketua DPR, tetapi juga karena saya warga Nahdiyin. Beberapa bulan lalu saya mendapat kehormatan menerima Kartu Tanda Anggota NU yang diberikan langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, sehingga sejak saat itu saya resmi menjadi warga Nahdiyin. Oleh karena itu, saya ingin selalu dekat dengan para ulama dan santri, seperti pada hari ini,” jelasnya dalam sambutannya.

Wow!:  Sayembara Berhadiah Rp 10 Juta yang Tahu Keberadaan Setya Novanto

Novanto menjelaskan, peran kyai dan santri dalam perjuangan merebut, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan mendapat tempat yang terhormat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, DPR RI mendukung Presiden Joko Widodo menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

“Kebijakan tersebut merupakan hadiah terindah dari Presiden Joko Widodo yang akan dikenang sepanjang masa oleh ummat Nahdiyin.” kata Novanto.

Wow!:  Tetap Kalem! Disoraki Relawan Jokowi Saat Hadiri Akad Nikah Kahiyang-Bobby, Cukup Mengenang dengan Senyum dan Lambaian Tangan

Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan oleh Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, yang saat itu sebagai Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945.

“Tanpa Resolusi Jihad NU tersebut, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang diperingati sebagai Hari Pahlawan. Saya sangat bangga menjadi warga NU,” demikian Novanto yang juga Ketua Umum DPP Golkar ini. [sam]

sumber: rmol

Shares