Sabtu , 16 Desember 2017

Seragamkan Tarif Listrik Hanya Kedok Pemerintah Naikan TDL

PT PLN (Persero) dikabarkan akan melakukan penyeragaman tarif dasar listrik (TDL) untuk kalangan penerima non subsidi. Sehingga yang tersisa nantinya adalah kapasitas listrik 4.400 volt ampere (VA) dan 6.600 VA ke atas. Untuk kapasitas 4.400 VA akan ditiadakan. Atau klam bahasa PLN akan ada penyeragaman tarif.

Saat ini untuk kapasitas listrik non subsidi mulai dari 900 VA, 1300 VA, 2200 VA, 3500 VA, 4400VA, 5500 VA dan 6600 VA ke atas.

Ekonom INDEF, Bima Yudistira Adhinegara menyebut kebijakan PLN yang akan meyeragamkan tarif hanya permainan saja. Sebab yang sesungguhnya adalah ingin menaikan harga listrik. “Bagi saya kebijakan penyeragaman tarif itu tak ada. Saya lihat yang sebenarnya hanya kedok pemerintah untuk menaikan tarif listrik saja,” ungkap Bhima di Jakarta, Minggu (12/11).

Wow!:  Soal selebaran kutip Injil, Direktorat Jenderal Pajak "untuk menumbuhkan kesadaran pajak di Indonesia"

Menurutnya, pemerintah semula ingin menaikan TDL di pertengahan tahun ini. Namun tak terjadi karena sudah memasuki tahun politik.

Bhima akui, tanpa menaikkan TDL memang telah memengaruhi kinerja keuangan PLN. Di satu sisi, mereka juga ditekan pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur energy. Tapi pada akhirnya, kondisi ini yang membuat masyarakat yang jadi korban.

Wow!:  Wasekjen PDIP: Yang Kritik Jokowi Jangan-jangan Mesin, Nasir: Survey Rakyat Puas Jangan-jangan Mesin

“PLN memang berada dalam sebuah dilemma. Ditekan untuk terus membangun infrastruktur, tapi dananya semakin terbatas dan utangnya membengkak. Tapi yang disayangkan, masyarakat lah yang pada akhirnya akan dikorbankan dengan berbagai dalih untuk menaikkan TDL,” kecam dia.

Dilihat dari kinerja PLN, hingga kuartal III-2017, laba PLN anjlok 72 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi Rp3,06 triliun.

Bima mengaskan, kebijakan penyesuaian tarif tersebut kurang tepat dilakukan saat ini. Sebab dapat memukul daya beli kelas menengah. Sebab kendati penyesuaian TDL hanya dilakukan pada golongan 900 VA, tapi dapat mengerek inflasi.
Baca Juga : Tarif Listrik 900 VA Naik, BI: Pemerintah Harus Perhatikan Dampak Inflasi

Wow!:  Setya Novanto Tertidur di Paripurna Perppu Ormas

“Makanya pemerintah menargetkan inflasi tahun depan di kisaran 3,5 persen, tapi bisa di atas 4-4,5 persen, jika kebijakan ini jadi dilakukan,” terang dia.

Kondisi ini disebut Bhima akan berimbas pada pendapatan masyarakat yang semakin tergerus untuk bayar listrik. “Ritel makin sepi dan pertumbuhan ekonomi saya khawatirkan cuma tumbuh di bawah 5 persen dengan konsumsi di bawah 4 persen,” kata dia.

aktual, 12/11/2017

Shares