Sabtu , 25 November 2017

Sentimen Positif Domestik tak Direspon Pasar, Rupiah Sentuh Level Rp13.640

Sepanjang pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) mengalami pelemahan rekor termerah dari era sebelumnya.

Hal ini terjadi sentimen-sentimen domestik tak dianggap positif oleh pelaku pasar, sehingga membuat rupiah kian terdepresiasi. Dan pergerakan Rupiah lebih banyak terpengaruh laju USD seiring masih adanya ekspektasi positif dari sikap hawkish The Fed.

Isu memguat jelang pergantian kepemimpinan bank sentral AS (The Fed), hingga adanya imbas pembahasan program reformasi perpajakan pemerintahan Trump.

Wow!:  Bangsa Indonesia telah Berkhianat Kepada Umat Islam, ini Buktinya!

“Ternyata nilai tukar rupiah melemah 0,73% atau lebih rendah dari pekan sebelumnya yang melemah sebesar 0,14%,” jelas analis pasar uang Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (29/10).

Di pekan kemarin, laju rupiah sempat melemah ke level 13.640 atau lebih rendah dari pekan sebelumnya di posisi 13.530. Bahkan level terkuatnya malah cuma di posis 13.517. Padahal sebelumnya di angka 13.473.

Wow!:  Fadli Zon Sebut HTI Batal Bubar Jika DPR Batalkan Perppu

“Ternyata, sepanjang pekan itu meski menurut kami terdapat sejumlah sentimen positif, namun tidak direspon oleh Rupiah. Malah terus melemah,” ungkap dia.

Menurut dia, sejumlah sentimen seperti penilaian terhadap kebijakan Presiden Joko Widodo dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur pada tiga tahun terakhir memang menggairahkan kalangan industri inj. Termasuk juga rencana Bank Indonesia (BI) terkait transaksi swap lindung dalam mata uang EUR.

Wow!:  Amburadul Bisnis Ritel, Pasar Tradisional Ikutan Sepi

“Akan tetapi, sentimen itu tidak cukup kuat menopang laju Rupiah untuk dapat bertahan positif di zona hijau. Dan sentimen global lebih memengaruhi laju rupiah, sehingga berakhir negatif,” katanya.

Belum adanya sentimen positif yang signifikan untuk mengangkat level Rupiah membuat pergerakannya cenderung melemah hingga pekan depan.

aktual

Shares