Rabu , 18 Oktober 2017

Berita tentang: nafsiyah

Sekjen FUI Al-Khaththath Ditangkap

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan polisi menangkap Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath atas tuduhan makar. “Benar ya (ditangkap), untuk permufakatan makar,” kata Argo ketika dihubungi, Jumat (31/3/2017). Argo mengatakan, Al-Khaththat ditangkap pada Jumat dini hari bersama empat orang lainnya. Namun Argo belum memastikan nama-nama empat rekan Khaththat yang ditangkap itu. Saat ini mereka …

Read More »

Hasil Pertemuan Jokowi dan Ketua Parlemen Bahrain

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan kehormatan Ketua Parlemen Kerajaan Bahrain Ahmed Ebrahim Rashed Almulla, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (31/3/2017) pagi. Wakil Menteri Luar Negeri A.M Fachir mengatakan, Presiden Jokowi dan Ahmed Ebrahim lebih banyak berdiskusi soal peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. Di bidang perdagangan, nilai perdagangan Indonesia ke Bahrain tahun 2016 mencapai 101 juta dollar AS. Angka tersebut …

Read More »

Penghimpunan dan Penulisan Al-Qur’an

Rasul saw., ketika turun ayat al-Quran, langsung membacakan ayat itu kepada para sahabat. Para sahabat juga langsung menghapalkannya. Para sahabat juga mendengar bacaaan al-Quran dari Rasul saw. dalam shalat-shalat siang dan malam. Menghapal al-Quran menjadi tradisi mereka. Bahkan itu menjadi syiar dan slogan mereka pada Perang Yamamah seperti dituturkan oleh Ibnu Katsir dalam Al-Bidâyah wa an-Nihâyah. Banyak sekali dari sahabat …

Read More »

Muhkam dan Mutasyâbih

Menurut az-Zarqani di Manâhil al-‘Irfân, para ahli bahasa menggunakan kata al-ihkâm dalam banyak makna, tetapi meski beragam kembali ke satu makna yakni al-man’u (menghalangi). Mereka juga menggunakan at-tasyâbuh dalam apa yang menunjukkan persekutuan dalam keserupaan dan kemiripan yang pada galibnya menyebabkan kerancuan. Jadi, al-mutasyâbih itu mengandung kerancuan, artinya maknanya tidak jelas. Al-Muhkam adalah lawan dari al-mutasyâbih, artinya jelas; tidak mengandung …

Read More »

Dalil Pertama Al-Qur’an

Kata qur’ân secara bahasa merupakan bentuk mashdar (gerund) dari qara‘a-yaqra‘u-qirâ‘at[an] wa qur‘ân[an]; artinya talâ-yatlû-tilâwat[an] (membaca dan bacaan). Makna bahasa qur’ân ini dinyatakan di dalam al-Quran: إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ (١٧) فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ Sungguh atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuat kamu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu (QS al-Qiyamah [75]: 17-18). Hanya saja, …

Read More »

Syubhah Ad-Dalîl

Syubhah secara bahasa, seperti disampaikan oleh ar-Razi dalam Mukhtâr ash-Shihâh, artinya al-iltibâs (kesamaran/kerancuan);1 juga bisa berarti al-musyâbahah (kemiripan), seperti disampaikan oleh Muhammad Rawas Qal’ah Ji dalam Mu’jam Lughah al-Fuqahâ’.2 Qal’ah Ji juga menyatakan, syubhah adalah apa saja yang perkaranya samar sehingga tidak bisa dipastikan. Jadi syubhah adalah apa saja yang di dalamnya ada isytibâh (kesaraman) dan apa saja yang samar …

Read More »

Dalil-dalil Syariah

Al-Adillah bentuk jamak dari ad-dalîl (dalil). Ad-Dalîl adalah bentukan dari dalla – yadullu – dal[an] wa dalâl[an] wa dalâlat[an]; artinya menunjukkan atau menuntun. Ad-Dalîl menggunakan pola (wazan) fa’îl yang bermakna fâ’il (pelaku). Ad-Dalîl secara bahasa bermakna ad-dâlu (penunjuk) atau mâ yustadallu bihi (sesuatu yang dijadikan argumentasi atau menarik kesimpulan).1 Secara bahasa disebut dalil baik sesuatu itu menunjukkan pada yang inderawi …

Read More »

‘Azimah Dan Rukhshah

Azîmah berasal dari ‘azama – ya’zimu – ‘azman wa ‘azîmat[an]. Imam al-Amidi di dalam Al-Ihkâm fî Ushûl al-Ahkâm menyebutkan, al-‘azîmah secara bahasa berarti ar-ruqyah (mantera) atau keinginan kuat yang diambil dari ketetapan hati atas suatu perkara; al-‘azîmah secara bahasa adalah maksud yang kuat. Dari situ jika orang ‘azima ‘alâ fi’li asy-syay`i, yakni jika ia ingin melakukan sesuatu dan memastikan keinginan …

Read More »

Sah, Batil, Dan Fasad

Ash-Shihhah (absah), al-buthlân (batil) dan al-fasâd (fasad) merupakan istilah dalam ushul fikih. Ketiganya termasuk hukum al-wadh’i, yakni merupakan hukum atas hukum. Ash-Shihhah Ash-Shihhah merupakan bentuk mashdar dari shahha–yashihhu–shahh[an] wa shihhat[an]. Secara bahasa artinya benar, tepat atau sehat. Imam al-Amidi di dalam Al-Ihkâm fî Ushûl al-Ahkâm menyebutkan, ash-shihhah secara bahasa adalah lawan dari as-saqam yaitu al-mardh (sakit). Jadi ash-shihhah bisa diartikan …

Read More »

Al-Mâni’

Al-Mâni’ berasal dari kata mana’a–yamna’u–man’[an]; artinya mencegah, menghalangi, menolak. Al-Mâni’ adalah bentuk ism fâ’il (kata benda pelaku) dari mana’a. Karena itu secara bahasa al-mâni’ artinya yang mencegah, yang menghalangi atau yang menolak.Hanya saja, istilah al-mâni’ dipakai oleh para ulama ushul fikih sebagai haqîqah ‘urfiyah untuk menunjuk pada konotasi tertentu dalam disiplin ilmu ushul fikih. Para ulama ushul fikih memasukkan al-mâni’ …

Read More »