Minggu , 17 Desember 2017

SBY Bilang Tegas Sikapi Perppu Ormas, Netizen: Ya atau Tidak?

Ketua Umum Fraksi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan ketegasan dalam menyikapi Perppu Ormas yang telah disahkan menjadi undang-undang. SBY menerima Perppu Ormas jika dilakukan revisi.

“Sikap Fraksi Partai Demokrat tegas & jelas. Menerima Perppu Ormas jika dilakukan revisi & menolak jika pemerintah tak lakukan revisi,” tulis SBY dalam akun twitter pribadinya @SBYudhoyono.

Pernyataan yang ditulis pada Rabu 25 Oktober 2017 itu langsung menuai komentar dari para netizen. Salah satunya Imam Suwito dalam akunnya @sincemarthina. Ia mengatakan masih ragu dengan pernyataan petinggi Partai Demokrat itu.

Wow!:  Tanda Tanya Pidato Kemendari! Apakah Atheisme dan Komunisme Dikecualikan dalam Perppu Ormas?

“Saya pikir itu bukan sikap yg tegas dan jelas , kalo tegas dan jelas itu ‘Ya atau Tidak’,” katanya.

Tak jauh beda, pemilik akun twitter @farhannuur2 juga mengemukakan hal serupa. “Masyarat udah tau,bhwa sikap anda plinplan,suka main dua kaki,suka berdiri d tengah jalan,tp pas d tabrak orang,kata y sya d dzolimi #Preeet,” ujarnya.

Wow!:  30 Ormas Islam, Pemuda dan Mahasiswa Tanjung Balai Tolak Perpu Ormas

Sementara itu, SBY melanjutkan cuitannya, dengan mengemukakan bahwa Ormas tidak boleh dianggap sebagai ancaman, tetapi menjadi mitra negara yang baik.

“Ormas tidak boleh dianggap sbg ancaman, tetapi menjadi mitra negara & pemerintah dlm menjalankan kehidupan bernegara yg baik SBY,” katanya.

“Namun, sebagaimana organisasi/lembaga lain, ormas wajib taati aturan yg ditetapkan negara. Inilah semangat demokrasi & “rule of law” SBY”,” imbuhnya.

Wow!:  Politisi PDI-P Marah Dituduh Berdosa Dukung Perppu Ormas

Seolah menyindir sikap Fraksi Demokrat dalam sidang paripurna Perppu Ormas, pemilik akun milik @ImamAliSatria3 mengingatkan bahwa rakyat merasa dirugikan atas hasil sidang tersebut. Diketahui, Fraksi Demokrat menyumbangkan 42 suara dalam pengesahan Perppu Ormas.

“Ktika negara mminta rkyat taat & patuh tp disisi lain pjabat ngara bnyak mnghianti rakyat dan mlanggar hukm! Apa ini yg disebut demokrasi??” , ujarnya.

kiblat

Shares