Kamis , 23 November 2017

Saudi, Negara Pertama yang Beri Robot Kewarganegaraan

Sebuah robot mendapatkan kewarganegaraan di Arab Saudi. Robot ini bahkan mendapat hak lebih banyak ketimbang para perempuan Saudi.

Robot Sophia diciptakan perusahaan Hanson Robotics yang berbasis di Hong Kong. Sophia muncul dalam sebuah konferensi teknologi di Ibu Kota Saudi, Riyadh.

Sophia mampu tampil di panggung sendirian tanpa izin dari pendamping pria. Robot yang didandani bak perempuan ini juga tampil tanpa penutup kepala dan pakaian tertutup.

Wow!:  Melawan Lupa! Saat Pilpres Janjinya Baybuck Indosat, Kok Malah Lepas Infrastuktur ke Swasta/Asing?

Banyak warga yang menumpahkan kegundahannya melalui Twitter untuk menunjukkan Sophia mendapatkan lebih banyak hak daripada perempuan. Seorang warganet perempuan mengatakan, “Sophia, robot pertama yang memiliki kewarganegaraan Saudi mempunyai lebih banyak hak ketimbang perempuan Saudi. Aneh bukan?”

“Saya bertanya-tanya apakah robot Sophia bisa pergi dari Arab Saudi tanpa izin pendampingnya! Karena dia secara resmi warga Saudi,” kata pengguna lain.

Wow!:  Aisha Dalal, Mascot Kids Pertama Yang Berjilbab Di Liga Inggris

Di Saudi, setiap perempuan wajib memiliki pendamping pria, seorang suami atau kerabat yang berwenang membuat keputusan atas namanya. Perempuan Saudi harus memiliki pendamping pria sehingga bisa menikah, mengajukan paspor, bepergian ke luar negeri dan belajar di luar negeri atas beasiswa negara.

Wow!:  Eggi Sudjana Dilaporkan, Komisi II Akui Perppu Ormas Sangat Lemah

Robot Sophia muncul sebagai bagian dari Konferensi Tingkat Tinggi Future Investment Initiative yang bertujuan menstimulasi investasi Saudi untuk kecerdasan buatan. “Saya merasa terhormat dan bangga atas hal (kewarganegaraan) unik ini. Ini hal bersejarah menjadi robot pertama yang memilikinya,” kata Sophia saat ditampilkan, dikutip dari Independent, Sabtu (28/10).

republika

Shares