Sabtu , 25 November 2017

Said Aqil: Di Indonesia Ulama itu Ahli Agama dan Nasionalis, Di Arab Ulama Tapi Jiwa Nasionalisnya Gak Ada

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa pemimpin agama mempunyai peran penting dalam membangun nasionalisme.

Hal ini ia kemukakan ketika memberikan sambutan dan pengarahan dalam kegiatan Training of Trainer (ToT) Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) yang bertajuk Pemimpin Agama dan Perubahan Gerakan Revolusi Mental, di Gedung PBNU Jakarta, Senin (13/10).

Wow!:  Paham kan saudara reklamasi? Itu bikin pulau beribu hektar...jutaan kubik pasir dan tanah...pesta pora ratusan trilyun...sepii...

Nasionalisme yang dimaksud Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini ialah upaya seluruh warga bangsa untuk bersama mencintai dan membangun negaranya tanpa menanggalkan identitas suku, bangsa, dan keyakinannya.

“Nasionalisme pemimpin agama di Indonesia dengan di Arab, misalnya, itu berbeda. Kalau di Indonesia, ulama itu ya ahli agama dan nasionalis, sedangkan di Arab, mereka mungkin ahli agama, tetapi jiwa nasionalisnya enggak ada,” urai Kiai Said.

Wow!:  Nenek Rebus Batu, Kisah Masa Umar bin Khattab yang Kembali Terjadi di Indonesia

Dalam kegiatan yang diikuti oleh sekitar 40 trainer ini, Kiai Said membeberkan bukti ketika sejumlah ulama di Arab yang ‘alim dan banyak mengarang kitab, tetapi tidak berdaya ketika negaranya terjadi konflik dan tragedi kemanusiaan.

“Ini berbeda dengan Indonesia, meskipun ia adalah kiai kampung, tetapi perannya dalam menciptakan kehidupan damai dan memberi teladan baik atau uswah hasanah kepada masyarakat terbukti mewujudkan kehidupan aman dan tenteram,” ujar Guru Besar Ilmu Tasawuf ini.

Wow!:  Mengaku Berubah Pikiran, Rina Nose Putuskan Lepas Hijab?

Dalam kegiatan ini, PBNU menggandeng Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). PBNU dan Kemenko PMK berkomitmen mewujudkan gerakan revolusi mental lewat para pemimpin agama. nu.or.id, 13/11/2014

Shares