Kamis , 23 November 2017

Reklamasi Teluk Jakarta Bentuk Keserakahan

Seminar bertema ‘Stop Reklamasi Teluk Jakarta’ digelar di Ruang KK I, Gedung Nusantara, DPR, Jakarta Pusat, Rabu (2/11). Acara ini dihadiri sejumlah tokoh politik nasional dan para pakar.

Ketua Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Sudirman Said, dalam seminar ini juga ikut buka suara. Dia mengatakan reklamasi yang ada saat ini mencerminkan bentuk keserakahan segelintir orang.

Wow!:  Pencabutan Moratorium Reklamasi karena Tekanan?

“Kedua pulau reklamasi dibangun properti. Lebih ajaib, izin enggak ada, sudah dibangun dan dipasarkan, dan dijualkan. Kurang serakah apalagi sih,” ujar Sudirman Said di seminar tentang reklamasi di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/11).

Wow!:  Tak Mudah Tergoyah! UAS itu NU jalan lurus, lebih haroki dibanding orang pergerakan. Lebih Shufi dibanding pengikut tarekat.

Dia mengungkapkan, tim sinkronisasi sempat bertemu dengan Bappenas. Dari pertemuan itu pihaknya mengetahui bahwa desain awal reklamasi bukan seperti saat ini. Sebab, kata dia, ada pengertian reklamasi adalah memperbaiki garis pantai.

“(Saat ini) Perasaan bahwa ada orang-orang dan korporasi punya pulau yang dibangun, dan kita semua merasakan itu sekarang,” kata Sudirman Said.

Wow!:  Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Disinggung di Kongres Partai Komunis Cina

Keserakahan pembangunan reklamasi ini semakin menguat setelah beberap kejanggalan terungkap. Proyek reklamasi tak memiliki kajian lingkungan hidup, kajian aturan zonasi, rekomendasi dan izin Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Itu di pantai utara tiga-tiganya enggak ada. Jadi penangkapan KPK memberi penjelasan, pantas saja mereka harus menyuap,” kata dia.

kumparan

Shares