Senin , 20 November 2017

Polisi Berpangkat Briptu Diduga Pasok Pengedar Sabu

Keterlibatan oknum anggota Polri dalam peredaran dan penyalagunaan narkoba di wilayah Mojokerto kembali terjadi. Kali ini diduga dilakukan Briptu FAK. Anggota aktif Polres Mojokerto itu tertangkap Satnarkoba Polresta Sidoarjo di wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, karena diduga menjadi pemasok barang haram golongan satu jenis sabu-sabu (SS).

Kini, FAK ditahan di Mapolda Jatim setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan. Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata membenarkan penangkapan salah satu anggota akibat terlibat kasus peredaran narkoba. ’’Iya, sekarang masih dalam proses penyelidikan,’’ katanya Senin (30/10. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto menyebutkan, penangkapan FAK ini hasil pengembangan penangkapan tersangka sebelumnya, HR, warga Desa Banjarsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga  Kekhawatiran Nelayan Setelah Moratorium Reklamasi Dicabut

HR ditangkap Polresta Sidoarjo di depan SPBU Jalan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (27/10) pukul 17.00. Hasil penggeledahan, petugas mendapati dua paket sabu seberat 2 gram. Tak berhenti sampai di situ. Untuk memburu pemasok di atasnya, petugas kemudian melakukan pengembangan. Hasil interogasi, sabu kemasan klip siap edar milik HR ini diduga didapasok oleh FAK. Belakangan dia disebut-sebut ditugaskan di Unitreskrim Polsek Kutorejo.

Alhasil, setelah dilakukan pengembangan, FAK akhirnya diringkus di wilayah Kecamatan Kutorejo. Dari penangkapan ini, didapati satu paket sabu. ’’Sebagai anggota Polri tentunya kami akan tunduk dengan peradilan umum,’’ tegas Leonardus. Secara otomatis, lanjutnya, FAK akan diproses secara pidana umum. ’’Kita ngikuti saja proses yang sedang berlangsung. Apabila selesai peradilan umum baru kita akan sidang secara kode etik,’’ paparnya.

Baca Juga  Jadi Tersangka e-KTP Lagi, Setya Novanto Akan Laporkan KPK ke Polisi

Memang, sesuai aturan, tak menuntut kemungkinan anggota kepolisian terlibat dalam peredaran dan penyalagunaan narkoba bakal dijatuhi sanksi pemecatan. ’’Ancaman maksimalnya pemberhentian dengan tidak hormat. Itu kalau memang dia (FAK) terbukti,’’ tegasnya.

Namun, sejauh ini, asas praduga tak bersalah tetap diterapkan bagi oknum polisi yang diduga terlibat dalam peredaran atau bahkan sebagai pemasok sekalipun. ’’Biar proses terus berjalan dulu. Setelah persidangan baru kita akan lakukan sidang kode etik,’’ tandasnya lagi.

Baca Juga  DPR: Hukum Saat Ini Hanya jadi Alat untuk Capai Kepentingan Kekuasaan

Menurut Leonardus, FAK diduga terlibat kasus narkoba setelah sebelumnya ada penangkapan dan pengembangan oleh Polresta Sidoarjo. Saat ini, FAK resmi ditahan Mapolda Jatim. Karena Polresta Sidaorjo tidak ada ruang tahanan khusus anggota Polri. ’’Dia sekarang ditahan di sana (mapolda, Red)’’ imbuh Leonardus.

Sebelumnya, Aiptu SI, oknum anggota Polres Mojokerto terlibat peredaran narkoba. Polisi aktif menjabat di bagian Sumda itu ditangkap Satnarkoba Polres Kediri di rumahnya di Kediri, pada 11 Februari lalu. Selain diduga positif mengonsumsi zat terlarang, SI dinyatakan sebagai pengedar sabu-sabu. Dengan barang bukti seberat 0,7 gram.

(mj/ori/ris/JPR)
jawapos

Shares