Sabtu , 16 Desember 2017

Pertemuan IMF-Bank Dunia 2018 Disiapkan Gila-gilaan Anggaran Lebih dari 1 T, Rakyat Dapat Apa?

Mengutip Aktual.com Pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Oktober 2018, akan dihadiri oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara. Acara ini diprediksi akan dihadiri oleh 15.000 orang lantaran juga akan didatagi oleh para bankir hingga CEO perusahaan-perusahaan multinasional.

Sri Mulyani menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp 1 triliun untuk gelaran ini.

“Saya inginnya Bank Indonesia (biayai) 30 persennya. Mungkin Komisi XI bisa ikut menegosiasikan,” ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI, di Gedung DPR, Jakarta, 14 Juni 2017 lalu.

Wow!:  Inilah Kisah Mengejutkan 11 Artis Indonesia dan 4 Model Dunia yang Putuskan Jadi Mualaf

Pemerintah sendiri mengklaim bahwa acara ini akan membawa keuntungan bagi negara karena selain menyumbang devisa, juga akan menjadi promosi bagi bisnis dan pariwisata Indonesia.

Untuk mempersiapkan acara ini, pemerintah telah memperbaiki infrastruktur di Bali, mulai dari bandara, jalan raya hingga jembatan.

Wow!:  Dr Moeflich Hasbullah: Hilang Wibawa, Lebih Baik ICMI Membubarkan Diri

Effendi Simbolon enggan menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai teknokrat biasa. Ia lebih memilih sebutan politikus untuk disematkan kepada mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut.

Bahkan, Effendi menyebut perempuan kelahiran Bandar Lampung ini sebagai politikus tingkat dewa.

Salah satu contoh kelihaian Sri Mulyani, jelasnya, tampak saat disetujuinya jumlah anggaran yang rencananya akan dipakai untuk menghelat pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali pada Oktober 2018.

Wow!:  Jokowi tak Keluarkan Izin Reklamasi, Guru Besar UI: Anies Segera Perintahkan Bongkar Pulau Reklamasi!

Ia pun menuding Sri Mulyani telah melakukan barter dengan pembangunan gedung baru DPR agar lembaga tersebut menyetujui anggaran untuk pertemuan tersebut, yang berjumlah lebih dari Rp 1 triliun.

Effendi mengaku harus membeberkan hal tersebut lantaran dia prihatin dan merasa bertanggung jawab kepada rakyat atas ketidakpuasaan dari bobroknya para penyelenggaran negara. (aktual.com)

Shares