Senin , 20 November 2017

Pernah Lecehkan Nabi Muhammad, Pemuda di Batubara Kembali Diciduk Polisi

Seorang pemuda di Kelurahan Lima Puluh Kota, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, Tuah Aulia Fuadi, diciduk petugas Polres Batubara terkait kasus dugaan pemerasan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Bukan kali ini saja pemuda berusia 23 tahun itu berurusan dengan hukum.

Sebelumnya, petugas Polres Batubara juga pernah menangkap Tuah Aulia atas laporan melakukan pelecehan terhadap Nabi Muhammad. Akibatnya, ia pun dipecat dari kampus dan dilaporkan ke Polda Sumut.

Untuk kasusnya kali ini, Kasat Reskrim Polres Batubara AKP Zulfikar mengatakan, Tuah Aulia melakukan pemerasan terhadap seorang ASN yang bertugas di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Batubara.

Baca Juga  Saudi: Ayo Kembali ke Islam Moderat dan Terbuka

“Yang bersangkutan diamankan atas laporan dari korbannya MHD Taufik Hasbi,” ujar AKP Zulfikar seperti dikutip Jawapos, Sabtu (4/11).

Tuah diduga melakukan pemerasan yang dilakukan terhadap korban dengan menakuti perihal Program Pamsimas dan Sanimas yang tengah ditanganinya.

Pelaku mengancam akan melaporkan korban ke Kejaksaan. Bahkan, pelaku juga mengancam akan mempublikasikannnya di akun Facebook Petir Batubara.

Baca Juga  Indonesia Terus Impor Kebutuhan Pangan, 3 Tahun Jokowi-JK Berarti Gagal!

Hal tersebut membuat korban merasa cemas dan takut dan kemudian melaporkan hal itu ke Satuan Intelkam Polres Batubara.

“Ancaman itu disampaikan pelaku sudah lama melalui sms. Pelaku meminta uang Rp 5 juta kepada korban. Setelah negosiasi, korban hanya sanggup memberikan uang tunai Rp 2,5 juta. Nominal itu pun disepakati,” ungkap mantan Kapolsek Lima Puluh.

Setelah mengancam, keduanya bertemu di Water Park Banyuwangi, Kelurahan Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, Kabupaten Batubara.

Baca Juga  Tak penuhi pemeriksaan KPK, kuasa hukum sebut Setnov setara dengan presiden

Di sana, korban bertemu dengan pelaku dan menyerahkan uang tunai yang telah disepakati jumlahnya.

“Setelah menyerahkan uang, pelaku diringkus beserta barang bukti uang tunai Rp 2,5 juta,” ungkapnya.

Selain uang tunai, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lain seperti satu unit ponsel Samsung lipat, satu unit notebook, kartu tanda mahasiswa atas nama pelaku, KTP, dan lima buah kartu LSM.

Kini, pelaku berada di Polres Batubara untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

swamedium

Shares