Senin , 20 November 2017

Pengamat: Ada Operasi Intelijen Dari Luar Untuk Merusak Citra Gatot

Penolakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo oleh pemerintah Amerika Serikat patut diduga sebagai operasi intelijen. Terlebih belakangan ini popularitas Gatot melejit hingga digadang-gadang sebagai wakil Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Begitu penilaian Pengamat Geopolitik dari Global Future Institute, Hendrajit dalam diskusi yang diselenggarakan Garuda Nusantara Center, di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (27/10).

Baca Juga  Mega Mau Bangun Masjid, Said Aqil: Untuk Menepis PDIP Kurang Perhatian sama Umat Islam

“Gagasan dibalik operasi ini nampaknya bukan untuk memompa popularitas pak Gatot melainkan sebaliknya,” ujarnya.

Menurut Hendrajit, menjelaskan popularitas Gatot memang sedang dilirik oleh politisi luar. Apalagi, Gatot digadang-gadang menjadi wakil Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

Baca Juga  MUI Pusat Bakal Panggil Dai yang Resahkan Masyarakat "Diajak" Komitmen Terhadap Bangsa

Hendrajit memberi contoh upaya menggulirkan Gatot dapat dilihat dari tulisan John McBeth wartawan dari majalah Far Estern Econimic Riview yang menjadi kepala biro di Indonesia.

Pemberitaan yang ditulis John, menggambarkan Gatot sebagai orang yang berhaluan ultra-nasionalis, sehingga dipandang sebagai anti Amerika dan Blok Barat. Bahkan dalam pandangan barat, ultra-nasionalis sering disamakan dengan fasisme.

Baca Juga  Malu

“Sangat masuk akal jika ada gerakan intelijen dari AS untuk menjatuhkan reputasi Gatot” jelasnya

rmol

Shares