Senin , 20 November 2017

Para Pimpinan KPK Dorong Dibentuknya TGPF Novel Baswedan

Sejumlah mantan pimpinan KPK mendorong pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkapkan pelaku kasus penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

“Maksud kedatangan kami mantan pimpinan dan beberapa aktivis adalah pertama kami ingin melakukan komunikasi atau audiensi silaturahim dengan pimpinan KPK sekarang untuk membicarakan beberapa hal, di antaranya kita ingin mendorong pimpinan KPK sekarang untuk mengusulkan tim pencari fakta terhadap kasus Novel,” kata Abraham Saad saat tiba di gedung KPK Jakarta, Selasa (31/10).

Baca Juga  Demi Obati Anak, Supriadi Dorong Gerobak dari Madiun ke Surabaya

Rencananya mantan pimpinan yang datang adalah mantan pimpinan KPK jilid III yaitu Abraham Samad, Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto kemudian Sekjen Transparansi Internasional Indonesia Dadang Trisasongko, peneliti LIPI Mochtar Pabotinggi, aktivis Allisa Wahid, Duta Baca Najwa Shihab.

Berikutnya, Direktur Amnesti Internasional di Indonesia Usman Hamid, Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Asfinawati, mantan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar dan sejumlah tokoh lainnya.

Baca Juga  Amies Rais Ingatkan Anies-Sandi Waspadai Taipan Pro Reklamasi

“Kenapa (TGPF) ini perlu? Karena setelah waktu begitu lama, kasus Novel tidak ada penuntasan, dengan kata lain terkatung-katung. Ini bisa mengganggu keberadaan KPK. Kita berpikiran untuk mengusulkan kepada pimpinan KPK agar mengusulkan ke presiden pembentukan TGPF,” tambah Abraham.

Baca Juga  Mencekam! Video Detik-detik Gudang Petasan di Kosambi Meledak dan Terbakar

Menurut Abraham, KPK mengalami banyak serangan dari berbagai pihak sehingga seluruh mantan pimpinan KPK juga berkewajiban untuk membantu KPK.

“Ketika KPK mengalami hal-hal yang terpuruk maka di situ kewajiban (pimpinan) KPK untuk datang membantu, tidak terbatas kepada pansus tapi apa pun bentuk perlawanan secara eksternal KPK maka harus menjadi tanggung jawab segenap mantan pimpinan KPK,” tegas Abraham.

aktual

Shares