Senin , 20 November 2017

Papua Siaga Satu, Pemerintah Berani Nggak Mengakui Itu Kelompok Separatis?

Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain menanggapi situasi di Papua yang kembali memanas. Ia mengatakan, jika ada kelompok yang ingin memisahkan diri dari Indonesia, maka itu adalah domain Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menindak.

Baca Juga  Detik-detik Menegangkan Operasi Senyap Kopassus dan Kostrad Bebaskan Sandera di Papua

“Kalau sudah kelompok bersenjata yang ingin merdeka dari Indonesia itu sudah domainnya TNI. Bukan lagi domainnya polisi,” katanya kepada Kiblat.net saat ditemui di Gedung MUI Pusat, Jakarta pada Selasa (31/10).

Ia juga menekankan bahwa kalau pemerintah Indonesia belum menganggap itu tindakan makar atau tindakan pemberontakan, maka terpaksa polisi juga harus turun.

Baca Juga  Innalillahi, Seorang Meninggal, Konstruksi Bangunan Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk, Begini Kronologinya

“Pertanyannya, pemerintah berani nggak mengakui kalau itu adalah gerakan separatis,” sambungnya.

“Kalau kalau separatis tentara yang turun. Tapi kalau mereka (Pemerintah.red) masih mengatakan ini gangguan keamanan, ya polisi yang menangani,” ujarnya.

Baca Juga  Tere Liye: Pemerintah Tidak Adil Terhadap Profesi Penulis Karena Dikenakan Pajak Lebih Tinggi

Sebagaimana diketahui, pada Ahad lalu Mapolsek Tembagapura, Jaya Pura mendapat serangan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Bahkan, Kapolda Papua, Boy Rafli Amar mengumumkan siaga satu di wilayah tersebut.

kiblat

Shares