Senin , 20 November 2017

Momentum Hari Pahlawan: Jangan Serahkan Kemerdekaan Indonesia Kepada Asing

Momentum hari pahlawan tidak cukup hanya sekedar diperingati, namun perlu dihayati seluruh semangat yang melatarbelakanginya.

Begitu kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditanya mengenai perayaan Hari Pahlawan di sela kunjungan kerjanya ke Wina, Austria, Jumat (10/11) waktu setempat.

Menurut Fadli, dari pertempuran 10 November 1945, Indonesia belajar bahwa saat kedaulatan tanah air tidak dihormati dan diinjak-injak, maka seluruh pihak menjadi tanggung jawab untuk turun membela.

“Dalam ungkapan Jawa kita mengenal istilah ‘sadumuk bathuk sanyari bumi’. Biarpun hanya sejengkal, jika tanah kita dirampas maka harus dipertahankan dengan nyawa. Prinsip itulah yang mengilhami para pahlawan kita dulu untuk bertempur habis-habisan,” ujarnya.

Baca Juga  Mantan Anggota Tim Anti Mafia Migas: Ketidaksolidan Pemerintah dalam Perundingan dengan Freeport

Fadli menilai, saat ini prinsip para pejuang di era kemerdekaan sudah tidak terasa dalam kebijakan pemerintah.

Politisi Gerindra ini menilai kebijakan pemerintah sekarang ini justru melambangkan krisis nilai kepahlawanan. Jika dulu perampasan kedaulatan dilakukan dengan senjata, maka saat ini perampasan dilakukan melalui senjata ekonomi, seperti jerat utang luar negeri, monopoli modal asing dalam investasi, dan sejenisnya.

“Ironisnya, hal-hal itu kadang terjadi karena fasilitas dari elit kita sendiri,” ujarnya

Baca Juga  KH Cholil Ridwan: “Saya Mengharamkan Mendukung Parpol Pendukung Perppu Ormas”

Fadli mencontohkan dalam kebijakan pengelolaan lahan, banyak sekali ketidakadikan, dalam catatannya hingga tahun 2016, 175 juta hektar atau sekitar 93 persen luas daratan di Indonesia dimiliki para pemodal swasta dan asing.

Hal tersebut sama saja dengan 7 persen dari luas daratan Indonesia, dikuasasi oleh rakyat dan terefleksi dari rendahnya kepemilikan lahan petani kita yang rata-rata hanya menguasai 0,39 hektar.

Fadli menambahkan krisis spirit kepahlawanan dalam kebijakan pemerintah juga tercermin dari adanya rencana penjualan aset BUMN.

Baca Juga  Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia: Pembubaran HTI Sarat Tekanan Politik

September lalu, pemerintah mengutarakan rencananya untuk menjual aset-aset BUMN yang dinilai sudah bisa memberikan keuntungan dengan harapan keuntungan yang diperoleh dari penjualan, dapat digunakan membiayai proyek lainnya. Aset yang telah dijual pun dapat dibeli kembali (buyback).

“Dari gambaran ini, kita berkaca diri, jangan sampai kemerdekaan yang telah direbut para pahlawan, kita sia-siakan. Bahkan kita khianati dengan menjual aset dan kekayaan negara pada asing. Inilah yang jauh lebih penting, yang bisa kita maknai dari momen hari pahlawan nasional kali ini,” pungkasnya [Yayan/nes]

rmoljakarta.com

Shares