Sabtu , 16 Desember 2017

Mengaku Teror Area Freeport, OPM Tantang TNI

Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN-OPM) mengaku bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror penembakan yang terjadi dalam beberapa pekan ini di areal tambang PT Freeport di Distrik Tembagapura, Kabupaten Timika, Papua. Aksi tersebut dilakukan sebagai bagian dari memperjuangkan kemerdekaan Papua.

“Penyerangan di Tembagapura murni dilakukan TPN-OPM di bawah perintah Goliat Tabuni, dan merupakan operasi gabungan Komando Daerah Operasi (Kodap) Kali Kopi, Tembagapura dan Intan Jaya di bawah pimpinan Brigjen Ayub Waker dan Tene Murib,” kata Juru Bicara TPN-OPM, Sebby Sambon, melalui telepon selulernya dari hutan wilayah perbatasan RI-PNG, Sabtu 28 Oktober 2017.

Wow!:  Karyawan Subkontraktor Freeport Tewas Hirup Gas Beracun

Aksi penyerangan diklaim sebagai bagian dari bentuk perjuangan Kemerdekaan Papua. Sebab Indonesia dikatakan menganeksasi Papua untuk kepentingan Freeport, untuk kemudian mengambil kekayaan alam Papua.

Sebby menegaskan para pejuang TPN-OPM akan terus melancarkan serangan ke pihak Indonesia dan Freeport. Bahkan, dalam waktu dekat, para pejuang TPN-OPM dari daerah lain akan segera bergabung dengan pejuang yang kini ada di Tembagapura.

“Dalam dua minggu ini TPN-OPM dari Puncak Jaya, Ilaga, Lany Jaya, Paniai dan Wayage akan segera bergabung dengan yang ada di Tembagapura, untuk menghadapi Tentara Indonesia maupun Freeport,’’ ungkapnya.
Berunding

Wow!:  Akhirnya Luhut Mengaku Pusing Urusan Reklamasi

Pernyataan keras juga disampaikan Sebby Sambon, TPN-OPM mengancam tak akan menghentikan aksinya sebelum Indonesia bersedia duduk di meja perundingan.

“Tuntutan kami, pejuang Papua Merdeka, Indonesia kembali ke meja perundingan bersama Belanda, Amerika dan PBB, difasilitasi pihak netral untuk meluruskan sejarah. Karena sebenarnya Papua sudah merdeka, tapi dicaplok Indonesia untuk kepentingan kekayaan alam bersama Amerika,’’ tegasnya.

Ia juga meminta Tentara maupun Polisi Indonesia untuk tak memburu masyarakat sipil saat berhadapan dengan TPN-OPM. “Jangan kejar masyarakat tak berdosa, mari kejar kami OPM, dan kami siap menghadapi,’’ tukasnya.

Wow!:  Gudang Freeport di Tembagapura Terbakar

Pasukan OPM
Pernyataan juga ditujukan untuk Kepolisian Republik Indonesia. Sebby menegaskan mereka bukanlah kelompok kriminal, tapi adalah pejuang kemerdekaan Papua. “Kami ini Tentara Pembebasan Nasional Papua yang berjuang untuk politik Papua Merdeka, jadi bukan kriminal seperti yang selalu dikatakan Polisi Indonesia di media,’’ucapnya.

OPM mengklaim, dalam serangkaian aksi selama beberapa pekan ini, pihaknya berhasil menembak mati satu anggota Brimob serta melukai enam lainnya. Sementara personel OPM hanya terluka satu orang di bagian jari. Anggota Brimob itu bernama Briptu Berry Pramana Putra.

viva, 10/2018

Shares