Sabtu , 16 Desember 2017

Mendagri Akui Komunisme dan Atheisme Berkembang Cepat di Indonesia

Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengklaim dengan menggunakan Perppu Ormas, pemerintah berusaha menjaga kedaulatan bangsa. Dia pun menyebut paham komunisme dan atheisme berkembang pesat di Indonesia.

“Perppu nomor 2 tahun 2017 yang disahkan menjadi undang-undang ini merupakan penegasan komitmen pemerintah terhadap ideologi bangsa Indonesia,” kata Tjahjo saat memberi pidato usai pengesahan Perppu Ormas jadi undang-undang di Gedung DPR RI, Jakarta pada Selasa (25/10).

Wow!:  Unik! Aksi Maruf dengan Gaya Si Buta dari Goa Hantu di Reuni Akbar 2 Desember

“Dan dalam rangka mempersatukan bangsa,” imbuhnya.

Menteri Dalam Negeri juga mengklaim dalam undang-undang Ormas, tidak ada peraturan yang dilanggar oleh pemerintah. Menurutnya, jika ada pihak yang tidak menerima putusan penetapan Perppu Ormas jadi Undang-undang, bisa mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi.

Wow!:  “Kekuatan Asing dan Aseng Ingin Kuasai Indonesia dengan Adu Domba”

Tjahjo menjelaskan saat ini ada ormas yang aktifitasnya mengembangkan ajaran yang bertentangan Pancasila. “Dan hal ini termasuk paham komunisme, atheisme, marxisme, leninisme yang berkembang cepat di Indonesia,” terangnya.

Maka, lanjut Tajhjo, negara berkewajiban melindungi kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan undang-undang dasar 1945.

Wow!:  Sambil Teriak “Aku Cah PDI”, Masjid Quwwatul Islam Yogyakarta Dirusak Orang Tak Dikenal

kiblat.net

Shares