Jumat , 20 Oktober 2017

Margarito Kamis: Diucapkan di MK, Pernyataan Eggi Sudjana Bukan Penghinaan

Sebelumnya Pengacara senior Eggi Sudjana dilaporkan Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu ke polisi dengan tuduhan Ujaran Kebencian. Sebagaimana diberitakan, Pernyataan Eggi Sudjana yang diduga menyebut agama Kristen, Hindu, dan Buddha bertentangan dengan Pancasila, berbuntut panjang.

Namun begitu, benarkah seorang Eggi Sudjana yang dikenal Alim dan humanis berani menyatakan hal itu?

Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menilai pernyataan yang dilontarkan oleh Eggy Sudjana mengenai Perppu Ormas yang saat ini menjadi polemik tidak mengandung unsur ujaran penghinaan.

Baca Juga  Eggi Sudjana Minta Pelapornya Cabut Laporan, "Saya mau bicara kebenaran mohon tidak dipelintir"

Sebagaimana dilansir Laman TeropongSenayan, Minggu (8/10/2017), Eggi mengatakan menolak frasa ‘setiap ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila harus dibubarkan’ dalam Perpu 2/2017. Alasannya jika Perpu ini diberlakukan memiliki konsekuensi hukum agama non Islam yang memiliki konsep keutuhanan tidak esa, harus dibubarkan karena tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila

Menurut Margarito, Eggi mengatakan hal itu di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai argumen untuk menguatkan gugatan Perppu Ormas.

“Itu (pernyataan Eggi Sujana) dinyatakan dalam MK karena itu tidak dapat dikatakan sebagai tindakan penghinaan, lain soal kalau itu dinyatakan di luar MK. Itu merupakan argumen perkara gugatan Perppu ormas, argumen itu lah yg dinilai Majelis Hakim. Pernyataan itu tidak bisa dikatakan pelanggaran ujaran kebencian,” ujar Margarito saat dihubungi Teropongsenayan.com.

Baca Juga  Perppu Ormas Ditolak, HTI Bisa Hidup Kembali

“Yang paling mungkin adalah dinilai oleh Majelis Hakim MK, misalnya MK berpandangan penryataan itu tidak sah konsekeunsinya gugatan tidak dikabulkan. Lain soal lagi kalau itu dinyatakan di luar MK, seperti Medsos dan lain-lainnya,” tambahnya.

Ia mengakui untuk mencerna maksud dari pernyataan Eggi Sujana memang dibutuhkan kecermatan. Ia menilai, pernyataan Eggi Sujana bermaksud bahwa sila pertama merupakan poin bahwa negara menjamin agama-agama lain untuk berkembang di Indonesia.

“Saya baca, justru menghormati agama-agama lain. Pancasila itu tempat dari agama-agama, butuh kecermatan untuk melihat pernyataan egi sujana,” ungkapnya. (berita360)

Baca Juga  Panglima TNI: Ingat Pesan Jend. Sudirman; Tentara bukan suatu golongan di luar masyarakat

Incoming search terms:

  • romo magnis dilaporkan eggy