Senin , 18 Desember 2017

Margarito Kamis: Diucapkan di MK, Pernyataan Eggi Sudjana Bukan Penghinaan

Sebelumnya Pengacara senior Eggi Sudjana dilaporkan Ketua Perhimpunan Pemuda Hindu ke polisi dengan tuduhan Ujaran Kebencian. Sebagaimana diberitakan, Pernyataan Eggi Sudjana yang diduga menyebut agama Kristen, Hindu, dan Buddha bertentangan dengan Pancasila, berbuntut panjang.

Namun begitu, benarkah seorang Eggi Sudjana yang dikenal Alim dan humanis berani menyatakan hal itu?

Pakar hukum tata negara Margarito Kamis menilai pernyataan yang dilontarkan oleh Eggy Sudjana mengenai Perppu Ormas yang saat ini menjadi polemik tidak mengandung unsur ujaran penghinaan.

Wow!:  Sama Seperti Rina Nose, Artis-artis Ini Juga Putuskan Lepas Hijab, Inilah Azab yang Diceritakan Nabi Bagi Penampak Aurat

Sebagaimana dilansir Laman TeropongSenayan, Minggu (8/10/2017), Eggi mengatakan menolak frasa ‘setiap ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila harus dibubarkan’ dalam Perpu 2/2017. Alasannya jika Perpu ini diberlakukan memiliki konsekuensi hukum agama non Islam yang memiliki konsep keutuhanan tidak esa, harus dibubarkan karena tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila

Menurut Margarito, Eggi mengatakan hal itu di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai argumen untuk menguatkan gugatan Perppu Ormas.

Wow!:  Kalau Bukan Khilafah, Siapa yang Akan Melindungi Umat? (Syarah Hadits)

“Itu (pernyataan Eggi Sujana) dinyatakan dalam MK karena itu tidak dapat dikatakan sebagai tindakan penghinaan, lain soal kalau itu dinyatakan di luar MK. Itu merupakan argumen perkara gugatan Perppu ormas, argumen itu lah yg dinilai Majelis Hakim. Pernyataan itu tidak bisa dikatakan pelanggaran ujaran kebencian,” ujar Margarito saat dihubungi Teropongsenayan.com.

“Yang paling mungkin adalah dinilai oleh Majelis Hakim MK, misalnya MK berpandangan penryataan itu tidak sah konsekeunsinya gugatan tidak dikabulkan. Lain soal lagi kalau itu dinyatakan di luar MK, seperti Medsos dan lain-lainnya,” tambahnya.

Wow!:  Terbongkar Sudah, Khilafah, Liwa' dan Rayah Bukan Ajaran Hizbut Tahrir, tapi ....

Ia mengakui untuk mencerna maksud dari pernyataan Eggi Sujana memang dibutuhkan kecermatan. Ia menilai, pernyataan Eggi Sujana bermaksud bahwa sila pertama merupakan poin bahwa negara menjamin agama-agama lain untuk berkembang di Indonesia.

“Saya baca, justru menghormati agama-agama lain. Pancasila itu tempat dari agama-agama, butuh kecermatan untuk melihat pernyataan egi sujana,” ungkapnya. (berita360)

Berita tentang: romo magnis dilaporkan eggy |
Shares