Jumat , 15 Desember 2017

Luar Biasa, Polisi Miliki Senjata Mematikan yang TNI tak Punya

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto mengakui senjata berat pesanan polisi tak dimiliki oleh tentara nasional indonesia (TNI).

“Ini luar biasa. TNI saja tidak punya senjata seperti itu,” kata Wiryanto di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Menurut Wuryanto, amunisi pesanan Polri yang diperuntukkan Brimob berdampak mematikan. Saat ini sebanyak 5.932 butir peluru yang dibeli Polri untuk Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46 milimeter itu sudah digeser ke Gudang amunisi Mabes TNI dari Bandara Soekarno-Hatta.

Wow!:  Polisi Didesak Jelaskan ke Publik Kasus Persekusi Ustadz Abdul Somad di Bali

“Sesuai katalog ada 5.932 butir dalam 71 koli, itu disertai dengan katalog. Di situ sangat jelas dalam katalog itu bahwa amunisi itu adalah amunisi tajam, mempunyai radius mematikan 9 meter dan jarak capai 400 meter,” kata Wiryanto.

Wow!:  Di Acara Curah Gagasan PDIP, Anton Charliyan Sebut Jabar Provinsi Intoleransi

Wuryanto melanjutkan keistimewaan amunisi ini. Setelah meledak pertama, kemudian meledak kedua, efek amunisi dapat menimbulkan pecahan-pecahan, lubang-lubang kecil yang melukai maupun mematikan. Granat bisa meledak sendiri tanpa benturan setelah 14-19 detik lepas dari laras.

Wuryanto menegaskan pernyataannya tersebut hanya melanjutkan pernyataan Divhumas Polri maupun Menko Polhukam Wiranto. Sebelumnya Divhumas Polri menyebut amunisi itu hanya berdampak kejut dan Wiranto mengklarifikasi itu termasuk peluru tajam.

Wow!:  14 Orang Serang Kantor Polisi di Jayapura

“Saya ingin melanjutkan apa yang sudah dijelaskan Divhumas Polri 6 Oktober dan setelah penjelasan Menkopolhukam. Jadi ini supaya diketahui, inilah penjelasan kelanjutan,” katanya menambahkan. (icl/teropong senayan, 10/10/2017)

Shares