Kamis , 23 November 2017

Keluar dari Koalisi Pemerintah, PAN Diuntungkan Secara Elektoral

Partai Amanat Nasional (PAN) disarankan menjalani keinginan Ketua Majelis Kehormatannya, Amien Rais untuk keluar dari koalisi pendukung pemerintah. Sebab, keluar dari koalisi pemerintah diyakini bisa menguntungkan PAN secara elektoral.

“Lebih menguntungkan secara elektoral PAN keluar dari koalisi pemerintah,” ujar Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago kepada SINDOnews, Sabtu (4/11/2017).

Wow!:  'Ancaman Pidana Perppu Ormas Terberat Sejak Zaman Belanda'

Pangi berpendapat, PAN harus all out memainkan peran sebagai oposisi, yakni mengkritik kebijakan dan program pemerintah yang tidak populis di mata rakyat. Pangi menambahkan, peran anti tesis pemerintah secara tak langsung bisa menaikkan bobot elektoral PAN pada Pemilu 2019. “Secara fatsun politik PAN harus keluar dari koalisi pemerintah,” katanya.

Wow!:  Mantan Anggota Tim Anti Mafia Migas: Ketidaksolidan Pemerintah dalam Perundingan dengan Freeport

Diberitakan sebelumnya, Amien Rais tidak menampik pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menilai Partai Amanat Nasional (PAN) tidak etis menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

Ketua Majelis Kehormatan PAN itu justru sepakat dengan penilaian Jusuf Kalla. Bahkan, Amien menyarankan PAN hengkang dari koalisi partai politik pendukung Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Wow!:  Simak! Ini Video Exclusive Kronologi Lengkap Pembubaran Kajian Felix Siauw

Menurut dia, PAN tidak perlu ikut menanggung beban sejarah pemerintah saat ini. “Sebaiknya PAN keluar karena akan jadi beban sejarah,” ujar Amien Rais di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11/2017).

sindonews

Shares