Senin , 20 November 2017

Kapolri Tito Karnavian: Radikalisme Tumbuh dari Taklim Tertentu

Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa paham radikalisme di Indonesia tumbuh dari sejumlah kegiatan taklim tertentu. Menurut dia perlu ada pendekatan yang lebih lunak (soft approach) dalam deradikalisasi untuk mengatasi perkembangan paham melalui kegiatan tersebut.

“Ini merupakan kenyataannya bahwa sejumlah radikalisme disebarkan melalui kegiatan taklim. Tapi jangan salah persepsi, ini hanya taklim-taklim tertentu,” kata Tito Karnavian usai menghadiri acara Simposium Nasional Taruna Merah Putih di Jakarta, Senin, 14 Agustus 2017.

Baca Juga  Diusung PDIP, Gus Ipul: Bu Mega Dekat dengan Islam

Pendekatannya, kata Tito, yaitu dengan semakin menguatkan ide-ide Pancasila, Islam moderat dan demokrasi. “Ketiga itu adalah kuncinya. Untuk Islam moderat contohnya Islam Nusantara kalau di Nahdatul Ulama, atau Islam berkemajuan kalau di Muhammadiyah,” kata Tito.Tito menambahkan bahwa perlu juga ada penelitian di berbagai daerah mengenai deradikalisasi. “Karena pengalaman kita, perlu model deradikalisasi yang berbeda untuk setiap daerah,” ujarnya.

Baca Juga  Kasus Novel Berlarut-larut, Jokowi Panggil Kapolri

Direktur Eksekutif Wahid Institute, Yenny Wahid, menuturkan bahwa permasalahan lain timbul ketika aparat terlalu memberi ruang besar pada kelompok radikal. “Kita bisa lihat bagaimana ujaran kebencian bebas mengisi ruang publik, online dan offline,” katanya.

Baca Juga  Nusron Ajak Santri Tangkal Paham Radikal

tempo.com

Shares