Jumat , 20 Oktober 2017

Istana Ungkap Alasan Imam Besar Istiqlal Sering Diundang Jokowi, Tepis kabar reshuffle yg berembus berkaitan posisi Menteri Agama

Belakangan ini, imam besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar sering diundang ke Istana oleh Presiden Jokowi. Pihak Istana Kepresidenan telah membantah kabar perombakan kabinet, lalu bahas apa?

“Nggak ada, sampai saat ini belum ada isu reshuffle. Kan dari kemarin pertemuan sama ulama-ulama, tentunya bahas situasi Indonesia terkini,” kata juru bicara Presiden, Johan Budi SP, saat berbincang dengan detikcom, Jumat (7/4/2017).

Johan mengatakan pertemuan Jokowi dengan Nasaruddin bukan membahas isu pergantian menteri. Johan menerangkan, sebelumnya Jokowi juga mengundang ulama-ulama untuk berbagi informasi tentang kondisi terkini.

Baca Juga  Imam Besar Masjid Istiqlal Samakan Trinitas dengan Asma' al-Husna, Tidak Bertentangan dengan Keesaan Allah Swt

“Ya, bukan soal reshuffle. Cuma nggak tahu urusan apa. Sebelumnya ada ulama-ulama juga ketemu sama Presiden didampingi Menteri Agama juga kan,” ujar dia.

“Kalau ulama-ulama sih sharing soal kondisi, ini seperti apa perekonomiannya. Kemudian juga minta masukan dari para ulama, dari tokoh-tokoh Islam,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan desas-desus perombakan Kabinet Kerja Jokowi-JK kembali terdengar. Salah satu pemicu munculnya kabar tersebut adalah kedatangan imam besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar ke Istana Kepresidenan pada Rabu (5/4). Nasaruddin mengaku memang kerap diajak bertemu oleh Jokowi.

Baca Juga  Dilema Kapolri: Antara menegakkan hukum dengan menjaga ketertiban sosial

“Memang saya nggak tahu, beliau juga semenjak jadi gubernur, saya juga sering diajak ke kantornya. Makan siang. Nah, sekarang ini diajak lagi sambil berbicara yang ringan-ringan. Bagaimana masalah perkembangan umat dan bangsa kita ke depan. Karena saya dalam kapasitas Rektor Perguruan Tinggi Universitas Institut Perguruan Tinggi Al-Quran Jakarta atau sebagai imam besar Masjid Istiqlal Jakarta diajak berbincang-bincang tentang mengamati perkembangan terakhir ini,” kata Nasaruddin.

Setelah kedatangan Nasaruddin ke Istana, kabar reshuffle pun berembus. Kedatangan Nasaruddin dikait-kaitkan dengan posisi Menag Lukman Hakim Saifuddin. Namun, kabar perombakan ini dibantah pihak Istana.
(ams/erd/dtk)