Senin , 20 November 2017

Innalillahi, Seorang Meninggal, Konstruksi Bangunan Tol Pasuruan-Probolinggo Ambruk, Begini Kronologinya

Bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tol Pasuruan-Probolinggo yang berada di Desa Cukurgondang, Grati, Pasuruan, ambruk pada Minggu (29/10/2017) pagi sekira pukul 10.00 WIB.

Dari penelusuran beberapa sumber, kejadian tersebut diketahui beberapa warga sekitar hanya melalui suara yang terdengar kencang. Sontak beberapa warga memperkirakan suara ‘brak’ kencang tersebut berasal dari proyek pengerjaan jalan tol Paspro yang tengah dibangun.

Diketahui, proyek yang tengah dikerjakan oleh Waskita tersebut tengah memasang badan jalan diantara tiang beton yang akan menahan badan jalan tersebut.

Baca Juga  Sama Banser aja kalah HTI. Bagaimana bisa mendirikan negara

Pihak Waskita sendiri hingga saat ini belum bisa memberi keterangan resmi mengenai kejadian tersebut, dan tengah menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

“Kami belum bisa memberikan informasi, dan mengetahui penyebab kejadiannya karena masih menunggu laporan dari sana,” ungkap Eka Suhardiman Humas dan Coorporate Social Responsibility (CSR) PT Waskita Karya, saat dikonfirmasi Okezone, Minggu (29/10/2017).

Sebelumnya kejadian rubuhnya badan jalan tol Pasuruan-Probolinggo terjadi sekira pukul 10.00 WIB. Dan menarik perhatian para warga karena menimbulkan suara yang cukup keras.

Kronologi

Konstruksi bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Pasuruan – Probolinggo (Paspro) di Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Minggu (29/10/2017) ambruk.

Baca Juga  Try Sutrisno: TNI Terlibat Peristiwa 1965, tapi...

Seorang tewas dan dua orang luka berat akibat kejadian tersebut.

Berikut kronologisnya :

1. Ada pemasangan atau erection di Grati , panjang girder 50,80 m dengan menggunakan 2 crane masing-masing kapasitas 250 ton dan 150 ton

2. Pemasangan dimulai hari Sabtu dan menyelesaikan 3 girder.

3. Di tiga girder yang sudah dipasang dilakukan pemasangan bresing.

4. Hari minggu ini dilanjutkan pemasangan girder yang ke 4.

Baca Juga  Soal Reklamasi, Menteri Susi “Bungkam” Luhut

5. Saat girder ke-4 sudah pada posisi dan akan dilakukan pemasangan brasing, girder ke-4 ini patah mengenahi 3 girder yang sudah terpasang dan mengakibatkan ke empat girder patah semua.

6. Satu orang meninggal dunia dan 2 orang dirawat di rumah sakit akibat tertimpa girder.

7. Identitasnnya korban meninggal dunia adalah Heri, merupakan pekerja mekanik dari PT Waskita.

Dua korban luka berat, adalah Sugiono, sopir mekanik dari PT Waskita yang mengalami luka patah pada kakinya.

Korban lainnya adalah Nurdin, karyawan PT Pancang Sakti yang mengalami luka pada punggungnya.

okezone/tribunnews

Shares