Sabtu , 25 November 2017

Ini Kilah Pemerintah : Tak Naikkan Tarif Listrik Tapi Sekedar Sederhanakan Golongan Pelanggan

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan pihaknya menegaskan jika pada rencana penyederhanaan kelas golongan pelanggan listrik, rumah tangga non-subsidi tidak akan mengalami perubahan harga tarif listrik, seluruh golongan pelanggan masih akan tetap mendapatkan harga tarif listrik sesuai dengan harga kini.

Dengan penyederhanaan tersebut kata dia, pihaknya berharap golongan pelanggan listrik tersebut, tenaga listrik lebih bisa dinikmati oleh seluruh Masyarakat Indonesia.

“Tidak ada perubahan harga kalau kebijakan iniberjalan. Kebijakan ini masih dalam proses pengkajian oleh Pemerintah dan PLN, masih akan ada fokus group discussion, public hearing yang terbuka bagi masyarakat untuk memastikan bahwa kebijakan ini mendapat dukungan dari masyarakat untuk dilaksanakan,” jelas Dadan kepada Media di Jakarta, melalui siaran pers, Rabu (15/11).

Wow!:  Meneriakkan Khilafah, Salahkah? (Tanggapan atas Polemik Tentang Ide Khilafah)

Dalam waktu satu-dua minggu ke depan kata dia pihaknya bersama PLN juga akan menjalin komunikasi dengan publik untuk memastikan jika semua masalah-masalah teknis bisa berjalan termasuk biaya yang mesti dipikul akibat adanya kebijakan penyederhanaan tarif ini.

Disisi lain kata Dadan pihaknya juga akan menggelar polling untuk menjaring pendapat masyarakat. “Kita akan coba polling dalam satu-dua minggu ke depan. PLN akan mengkoordinasikan polling melalui berbagai media. Jika hasilnya meyakinkan, dan secara teknis kita juga siap maka akan segera (ditetapkan),” terang Dadan.

Sebelumnya diberitakan jika kebijakan penyederhanaan hanya diperuntukan kepada pelanggan dengan golongan 900 VA (nonsubsidi), akan didorong menjadi 1.300 VA, kemudian untuk yang 1.300 VA, 2.200 VA, 3.300 VA dan 4.400 VA akan naik menjadi 5.500 VA dan tarifnya tetap.

Wow!:  Keuangan Negara Memburuk, Infrastruktur Ala Jokowi Dinilai Ugal-ugalan

“Untuk tarif di atas 5.500 VA itu akan menjadi 13.200 VA, itu juga tarifnya sama [tidak berubah], kemudian di atas itu (13.200 VA) akan loss stroom,” jelas Dadan.

“Semua biaya penggantian MCB (Miniature Circuit Breaker) akan ditanggung oleh PLN, masyarakat tidak menanggung apapun. Karena kebutuhan MCB yang sangat banyak, maka kebijakan ini akan berjalan secara bertahap,” terang Dadan.

Dadan pun berkilah jika kebijakan ini bukan upaya terselubung Pemerintah bersama PLN untuk menaikkan tarif listrik sehingga kebijakan ini berbuah penolakan dari sebagian masyarakat.

“Pemerintah akan menjelaskan kepada masyarakat apa manfaatnya jika kebijakan ini diterapkan dan jika saat ini masih ada penolakan, pemerintah memahaminya bahwa kebijakan ini belum dipahami dengan baik sehingga perlu dijelaskan terus-menerus,” kata Dadan.

Wow!:  Demi Pelabuhan Patimban Jabar, Pemerintah Rela Utang Rp14,3 Triliun

Kebijakan ini dikeluarkan selain sebagai penyederhanaan golongan pelanggan listrik selain untuk memberikan keleluasaan terhadap akses listrik yang lebih luas kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhannya. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap masyarakat yang memiliki Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga akan diuntungkan dengan program ini.

Mengingat selama ini UMKM rata-rata sebagai pelanggan golongan 1.300 VA hingga 3.300 VA. “Dengan kenaikan daya tanpa tambahan biaya dan tanpa kenaikan tarif per kWh, UMKM dapat berkembang karena bisa memperoleh daya listrik yang lebih besar tanpa mengeluarkan biaya tambahan.”

aktual.com, 15/11/2017

Shares