Jumat , 20 Oktober 2017

Industri Desak Pemerintah Turunkan Harga Gas

Forum Industri Pengguna Gas Bumi (FIPGB) mendesak pemerintah segera menurunkan harga gas untuk sektor industri guna mendongkrak daya saing industri.

“Ini sudah sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 40 Tahun 2016. Maka, harus segera dilaksanakan secara konsisten,” kata Ketua Umum FIPGB Achmad Safiun di Jakarta, Senin (9/10).

Forum industri juga telah menyampaikan bahwa hal tersebut sering dibahas dengan kementerian terkait serta pemangku kepentingan lainnya, di antaranya tertuang pada Paket Kebijakan Ekonomi I dalam hal mendorong daya saing industri nasional.

Baca Juga  Pemerintah Ubah Aturan, Birokrasi Penerbitan Sertifikasi Halal Makin Panjang

Achmad juga mengatakan bahwa pemerintah tegas dalam otoritas kuasa penambangan dalam menetapkan harga gas bumi. Harga untuk pabrik dari lapangan gas baru ditetapkan sesuai dengan kemampuan daya beli industri pupuk (tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi III), yakni sebesar 7 dolar AS per mmbtu.

Harga gas untuk industri lain akan diturunkan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Namun, hal tersebut dirasa belum sempat terealisasi hingga sekarang.

Presiden sendiri telah menyatakan bahwa harga gas untuk industri sebesar 5 sampai 6 dolar AS per mmbtu. Namun, pada saat ini di berbagai daerah belum ada yang menyentuh harga tersebut.

Baca Juga  Yusril Ihza Mahendra: Pemerintah Mulai Bertindak Diktator

Di Sumatera Utara, misalnya, masih pada nominal 9,95 dolar AS per mmbtu, di Jawa Barat masih 9,2 dolar AS per mmbtu, dan Jawa Timur adalah 8,2 dolar AS per mmbtu.

Dampak dari belum turunnya harga gas adalah banyaknya industri yang merugi hingga gulung tikar, di antaranya industri sarung tangan latex dari 40 pabrik saat ini tinggal empat yang beroperasi menurut Achmad. (Ant/SU03)