Sabtu , 16 Desember 2017

I Miss Habib Rizieq Shihab

HABIB Rizieq Shihab is in exile. Sudah cukup lama. I miss him. Dia enggak bisa lagi merasakan dinginnya udara Mega Mendung. Enggak bisa lagi ke Petamburan. Mawar-mawar itu melayu. Debu dan embun mengering. Habib Rizieq Shihab dijadikan target “character assasination”.

Dalam buku “Snakes in Suits: When Psychopath Go to Work”, Penulis Paul Babiak menyatakan bahwa di fase 4, psikopat menggunakan tehnik “character assasination” to maintain their agenda.

Wow!:  Habib Rizieq Tegaskan, Aksi Bela Islam Hingga Qur’an Tegak di Bumi Indonesia! Allahu Akbar

Saya enggak tahu siapa pelaku pembunuhan karakter terhadap Habib Rizieq. Tapi saya tahu, mereka psikopat.

Alih-alih tumbang, Habib Rizieq malah semakin disayang. Pencipta langit dan bumi bersama orang-orang baik.

Menurut International Society for Study of Character Assassination (ISSCA), ada tiga modus pembunuhan karakter.

Wow!:  Balitbang Kemenag: UBN dan Habib Rizieq Jadi Idola Anak Muda Zaman Now

Character assasination dilakukan between equals, top-down attacks, authoritarian regimes cracking down on individuals.

Habib Rizieq difitnah, dicaci-maki, dikriminalisasi dengan belasan pasal. Para agents character assasination itu employ mix of open and covert methods.

Habib Rizieq diserang false accusation. Dijerat metode scandalmongering, diasosiasikan dengan negatif event dengan cara-cara kotor. Mereka tanam gosip, misleading half truth, ad hominem, doublespeaks, dan memanipulasi informasi.

Wow!:  Megawati: Memilih Pemimpin Itu untuk Pemerintahan, Bukan Agama

Tegar, tegar, tegar-lah Habib kami. Hanya drug-dealers, mucikari, bos-bos under world, pedagang gadis, dan penoda agama yang benci Habib Rizieq Shihab.

I know, emak-emak know, dan semua orang tahu itu. You are not tarnished by their wicked mind. [***]

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)
rmol.com, 20/11/2017

Berita tentang: berita rizieq |
Shares