Sabtu , 25 November 2017

Golput Bukan Solusi

1. Demokrasi itu bukan cuma soal pemilu, tapi soal kedaulatan rakyat; pemilu cuma salah satu alat di dalam demokrasi. Pemilu juga bisa dipakai sebagai alat di luar sistem demokrasi, misalnya di sistem Khilafah.

2. Demokrasi dalam arti musyawarah atau memilih orang terbaik untuk memimpin, itu sesuai dengan Islam; tetapi demokrasi dalam maknanya yang hakiki, yaitu menjadikan keinginan rakyat sebagai sumber hukum (“kedaulatan rakyat”), adalah bertentangan dengan Islam, karena dalam Islam hukum harus diturunkan (istinbat) dari Kitabullah & Sunnah Rasul.

3. Karena itu menerapkan dan menyebarkan demokrasi hukumnya haram, tetapi pemilu guna memilih orang terbaik untuk memimpin, atau untuk melakukan perubahan menuju ke Islam, hukumnya mubah.

4. Yang bisa dihisab di akhirat nanti adalah orang, bukan partai. Oleh karena itu wajib mengetahui betul sifat-sifat orang yang akan dipilih, memenuhi syarat tidak?

Wow!:  Sesalkan Penangkapan Aktivis, ACTA: Hukum Tajam ke Pengkritik Kekuasaan, Tumpul ke Pendukung

5. INI SYARAT ORANG YANG BOLEH DIPILIH:

Pertama, calon harus berasal dari latar belakang Islami, dan bukan dari partai sekuler. Dan dalam proses pencalonan ia tidak boleh menempuh cara-cara haram seperti penipuan, pemalsuan dan penyuapan. Ia juga tidak boleh berkoalisi dengan orang-orang sekuler.

Kedua, calon tersebut wajib mengatakan tujuan pencalonannya secara terang-terangan, yaitu untuk menegakkan sistem Islam, melawan dominasi asing dan membebaskan negeri dari pengaruh asing.

Dengan kata lain, calon tersebut wajib menjadikan parlemen sebagai mimbar (yakni sarana/wasilah) untuk dakwah Islam, yaitu dakwah untuk menegakkan sistem Islam, menghentikan sistem sekuler dan mengoreksi penguasa.

Ketiga, di dalam kampanyenya, wajib bagi calon itu menyampaikan ide-ide dan program-program yang Islami saja.

Wow!:  Ngejleb! Wartawan Senior Heran Soal Reklamasi: Ngotot Bener, Kaya Indonesia Kurang Lahan Aja

Keempat, wajib bagi calon itu terikat dengan syarat-syarat tersebut secara terus menerus dan konsisten.

6. Jadi kalau memang ada caleg di dapil Anda yang memenuhi syarat-syarat tadi, silakan dipilih. Hukumnya mubah !!! Karena perubahan tidak selalu harus lewat pemilu, ataupun kudeta.

Bisa saja lewat penguasa yang sudah duduk, yang mendapat hidayah setelah melalui ngomong-ngomong bertahun-tahun dengan pengemban dakwah.

7. Belajarlah cerdas !!! Dulu Soeharto diruntuhkan bukan oleh pemilu atau kudeta, tetapi oleh “hidayah” yang diterima oleh Habibie, Wiranto, Harmoko dan Akbar Tandjung.

Demikian juga Uni Soviet runtuh juga bukan oleh pemilu atau kudeta, tetapi oleh “hidayah” yang diterima Presiden Soviet terakhir: Mikhail Gorbachev.

Wow!:  Bukan Umat Islam Penyerang Kantor Kemendagri, Cap Intoleran dan Radikalpun Hilang

8. Karena itu, tidak perlu melecehkan yang golput, selama mereka tidak berpangku tangan.

Adalah dari orang-orang yang golput selama orde-baru, yang sibuk ngomong-ngomong di balik layar, sehingga Habibie, Wiranto, Harmoko dan Akbar Tandjung akhirnya mau berubah …

9. Golput memang bukan solusi. Dia hanya sikap keprihatinan. Ekspresi terendah ketika merasa tidak mampu menghentikan maksiat.

Tetapi pemilu dengan asal pilih orang-orang yang tidak kita kenal reputasinya, juga bukan solusi. Solusi yang tepat adalah teruslah berdakwah.

Mari kita berlomba, ikut berdakwah mengubah masyarakat (agar nanti pemilu berikutnya memenangkan Islam), atau mengubah tokoh-tokoh umat (agar nanti bisa ada perubahan tanpa menunggu pemilu).

GOLPUT MEMANG BUKAN SOLUSI
Oleh : Profesor Fahmi Amhar

Shares