Minggu , 17 Desember 2017

Front Eksponen 98: Tolak Panglima TNI Berarti Meremehkan NKRI

Kabar Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo ditolak untuk berangkat ke Amerika Serikat menggelitik aktivis 98, Agung.

Anggota Front Eksponen 98 itu bingung dan terkejut Gatot ditolak, padahal dia mendapatkan undangan langsung dari Petinggi Militer Amerika, Jendral Joseph F dufort jr.

“Apa maksudnya ini Militer sana undang Militer sini. Para peringgi di negara masing-masing pula terus dibatalkan karena Penolakan dari negeri Paman Sam itu,” kata dia di Jakarta, Minggu (22/10).

Wow!:  Jadi Alat Politik, Fraksi Gerindra Tolak Perppu Ormas

Dia menegaskan, Pemerintahan RI harus mengambil Sikap demi kedaulatan, bukan malah terkesan direndahkan dengan adanya kabar pembatalan ini.

“Sudah rendah sekali ya negara kita ini sampai diperlakukan seperti ini. Ini sama dengan meremehkan Kedaulatan NKRI, Keterlaluan!” tegasnya.

Agung menegaskan, Front Eksponen 98 meminta agar Pemerintah RI bertindak tegas dan segera mengambil sikap, mengingat NKRI garda terdepannya adalah TNI terhadap Pertahanan dan Keamanan.

“Jadi jangan hanya mengambil sikap seperti menyesalkan saja menurut saya itu tidak cukup,” tegasnya.

Wow!:  Sindiran Politikus Partai Golkar: Siapa Yang Dipimpin Orang Yang Memakai Rompi Oranye KPK?

“Jangan hanya karena ada hal hal lain sehingga setingkat Panglima TNI ditolak keberangkatannya ke Amerika. Kami minta agar seluruh pejabat Pemerintah Republik Indonesia untuk tidak hadir dalam undangan dari Negeri Paman Sam itu.”

Pemerintah, kata Agung, harus tegas demi kedaulatan NKRI. “Kita harus bersikap karena ini bukan urusan pribadi atau seseorang pejabat yang lain harus bersikap negarawan,” pintanya.

Sebelum ada klarifikasi dari Kemenlu AS, kata Agung lagi, Pejabat RI jangan ada yang ke AS.

Wow!:  Kemlu Ungkap Alasan AS Tolak Panglima TNI

“Ingat pesan The Founding Father Bung Karno: ‘Jangan kau Pilih pemimpin yang dipuji oleh asing, justru pemimpin yang dibenci oleh asinglah yang harus kau dukung’ Ini pesan beliau, karena itulah kami memanggil sifat ksatria dan negarawan pemimpin bangsa ini,” tegasnya.

“Mengapa kami bersikap seperti ini karena hal ini adalah merupakan marwah dan kehormatan bangsa,” tutupnya. [sam]

sumber: rmol

Shares