Senin , 20 November 2017

Dua Versi Penyebab Kerusuhan di Rutan Mako Brimob. Mana yang Benar?

Kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (10/11) sore. Sejumlah bangunan rusak. Sejauh ini ada dua versi penyebab peristiwa tersebut. Mana yang benar?

Versi pertama beredar di media sosial. Disebutkan para tahanan yang didakwa dengan kasus terorisme marah mendengar berita ada pihak sipir yang diduga melecehkan Al-Qur’an dan kitab-kitab para ulama milik tahanan.

“Densus dan sipir dengan sombong masuk kamar ikhwan dan al Qur’an di injak oleh Brimob, sipir dan Densus akhirnya mengakibatkan para ikhwan mengamuk dan menghancurkan ruangan tahanan mako brimob, kondisi saat ini masih bersitegang…” Demikian potongan kutipan rilis di media sosial seperti dilansir dari Panjimas.

Baca Juga  Aliran Kepercayaan Muncul di KTP, MUI: Negeri Ini Mundur ke Zaman Batu

Versi kedua datang dari Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul. Menurutnya, isu soal adanya pelecehan Al Qur’an adalah hoax.

“Tidak benar terjadi pelemparan Alquran oleh petugas jaga, yang ada adalah para petugas melakukan pemeriksaan terhadap buku-buku dan benda-benda yang ada di dalam sel. Saat ini kondisi rumah tahanan sudah kondusif dan para penghuni rutan sudah tenang,” katanya seperti ditulis Detik.

Baca Juga  Inilah Isi Surat PCNU Kab Cirebon Perihal Penolakan Bachtiar Nasir yang dianggap Selalu Provokatif

Kepala Korps Brimob Irjen Murad Ismail menyatakan hal yang sama. Dia mengatakan tidak benar ada pelemparan Alquran. “Hoax,” ujarnya.

Menurut Rikwanto, penyebabnya adalah ada tahanan yang tidak terima diperiksa dan memancing keributan.

Rikwanto menjelaskan, seusai salat Jumat, para tahanan dimasukkan ke sel masing-masing. Sambil melaksanakan kegiatan tersebut, tim Densus 88 melakukan penggeledahan. Ada 4 buah HP yang ditemukan.

“Ditemukan HP 4 buah, milik Juhanda, Saulihun, Kairul Anam, dan Jumali,” katanya.

Baca Juga  Mereka Meneriakkan Takbir, Berarti Mereka Teroris? Sadis

Salah seorang tahanan ada yang tidak terima dengan penggeledahan tersebut dan melakukan provokasi.

“Bahwa benar dengan kegiatan pemeriksaan tersebut salah satu tahanan ada yang tidak terima dan mancing-mancing petugas dengan ucapan macam-macam, kemudian anggota ada yang terpancing ucapan mereka dan ada tahanan yang sambil takbir keras-keras sehingga memancing tahanan blok sebelahnya,” paparnya.

Versi manakah yang benar? Yang pasti, akibat kerusuhan, sejumlah fasilitas dirusak oleh para napi. “Pintu sel tahanan dijebol, pintu pagar lorong blok, kaca jendela (di blok C dan blok B),” ujar Rikwanto.

wajada

Shares