Sabtu , 18 November 2017

Dua Kali Mangkir dari Sidang E-KTP, Setnov Dinilai Sedang Atur Strategi Baru

Ketidakhadiran Ketua DPR Setya Novanto dalam sidang kasus dugaan korupsi proyek e-KTP untuk kedua kalinya dinilai sebagai upaya melarikan diri dari pertanggungjawaban hukum.

Padahal, Novanto seharusnya hadir memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong tersebut. Hal itu diungkapkan Peneliti Indonesian Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar.

“Saya melihat bahwa itu strategi Novanto untuk lari dari pertanggungjawaban hukum. Sebelumnya dia kan melakukan hal yang serupa, dengan sejumlah (alasan) sakit yang ganjil,” kata Erwin kepada JawaPos, Jumat (20/10).

Baca Juga  Tolak Perppu Ormas, Ratusan Masa Demo di Kantor DPRD Sumut

Erwin menegaskan, dalam hal ini JPU KPK bisa memanggil paksa Novanto untuk hadir sebagai saksi dalam sidang. Hal itu juga sebagai bentuk keseriusan KPK dalam mengusut dugaan keterlibatan Novanto dalam kasus e-KTP.

“Menurut saya, KPK harus memanggil paksa SN. Publik menunggu keseriusan KPK untuk memeriksa yang bersangkutan,” ujar Erwin.

Sebelumnya, KPK menyatakan telah menerima surat ketidakhadiran Novanto dalam sidang e-KTP. Tak hanya itu, Novanto meminta JPU membacakan saja Berita Acara Pemeriksaan (BAP) miliknya di persidangan.

Baca Juga  Wow, Pengacara Setnov Bakal Adukan KPK ke Pengadilan HAM Den Haag

“KPK menerima surat dari DPR yang intinya menyampaikan Setya Novanto, Ketua DPR RI tidak dapat memenuhi panggilan sebagai saksi di pengadilan karena ada kegiatan lain. Dan minta cukup pembacaan BAP,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi pagi tadi.

“JPU masih akan menimbang hal tersebut, apakah akan dipanggil kembali atau tidak,” ujar Febri.

Ini merupakan panggilan kedua kepada Novanto untuk hadir sebagai saksi dalam sidang Andi Narogong. Pada sidang sebelumnya, Novanto beralasan tengah dalam masa pemulihan selepas menjalani operasi pemasangan ring di jantung di RS Premier Jatinegara.

Baca Juga  Jokowi-JK Dinilai Kurang Mendengarkan Aspirasi Masyarakat

Menariknya, di hari lainnya Novanto terlihat memimpin rapat pleno Partai Golkar. Serta, mengunjungi pengungsi Gunung Agung Karangasem, Bali.

Sebelumnya, Novanto menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Namun, dia keluar RS tepat dua hari hakim mengabulkan praperadilan yang diajukannya terkait penetapan tersangka oleh KPK dalam kasus e-KTP. (Fajar/jpg)

Shares