Senin , 20 November 2017

Diusung PDIP, Gus Ipul: Bu Mega Dekat dengan Islam

Pasangan cagub-cawagub, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas, diusung PDIP maju ke Pilgub Jatim 2018. Gus Ipul, yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), menyebut pencalonannya sebagai bentuk kedekatan Megawati dengan umat Islam.

“Pencalonan kami berdua menunjukkan bagaimana Ibu Megawati begitu dekat dengan Islam, betapa Bu Mega menerima dengan senang hati saran para kiai. Beliau sosok yang benar-benar menempatkan Islam sebagai rahmatan lil alamin. Selama Ibu Megawati menjadi presiden, beliau konsisten membela Palestina. Paling berani menolak serangan sepihak AS dan sekutunya terhadap Irak,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa (31/10/2017).

Baca Juga  Memalukan! (Video) Nge-Vlog Bareng YouTuber Dunia, Tingkah Jokowi Jadi Bahan Tertawaan Netizen, ini sebabnya

Sementara itu, pasangan Gus Ipul dalam Pigub Jatim, Abdullah Azwar Anas, mengaku prihatin atas banyaknya fitnah yang ditujukan kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia menyebut PDIP cukup dekat dengan kaum religius.

“(Adu domba) itu tidak akan pernah berhasil. Karena sejak dulu kaum nasionalis dan kaum religius selalu bahu-membahu membangun bangsa ini,” terangnya.

Anas mengatakan upaya membenturkan Islam dengan pemerintah merupakan cara untuk menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan PDIP. Dia mengingatkan masyarakat tidak lupa terhadap jasa Megawati dan ayahnya, Sukarno.

“Masyarakat belajar dari kasus Saracen. Masyarakat juga makin dewasa. Masyarakat akhirnya juga tahu bagaimana Bung Karno, Ibu Megawati, dan PDI Perjuangan bersama Islam, namun kesemuanya tetap ditempatkan dalam semangat kebangsaan. Bahkan banyak masyarakat yang tidak tahu, tanpa Bung Karno tidak akan pernah ditemukan makam Imam Al-Buchori. Tanpa Bung Karno, tidak akan pernah ada Masjid Biru, yang berdiri megah di Soviet,” kata Anas.

Baca Juga  Pembakaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Dipicu Isu Wahabi

“Demikian halnya tanpa Ibu Mega, hanya sedikit pemimpin yang berani membela Irak dan mengutuk aksi unilateral Amerika Serikat atas serangan terhadap Irak. Bahkan Ibu Mega juga melanjutkan tradisi Bung Karno, membangun masjid di belahan bumi paling selatan, Afrika Selatan,” imbuh Anas.

Baca Juga  Diadili di India, Zakir Naik Dapat Perlindungan di Malaysia

Anas mengingatkan upaya mengadu domba antara PDIP dan umat Islam dinilainya tidak akan berhasil. Dia menegaskan Sukarno, yang dipandang sebagai sosok penting berdirinya PDIP, merupakan orang pertama yang mengutip ayat Alquran dalam pidato di PBB.

“Itulah manifestasi komitmen kebangsaan yang utuh secara ideologis dan keimanan yang datang dari ketulusan Bung Karno dan Mbah Hasyim. Patut diingat pula bahwa Bung Karno adalah presiden pertama yang mengutip ayat Alquran di forum PBB yang menjadi perhatian seluruh dunia pada 1960,” kata Anas, yang merupakan mantan Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU).
(fdu/tor)

detik

Shares